Daftar 10 Nama Pahlawan Revolusi Indonesia Paling Berpengaruh

Posted on

Pahlawan revolusi merupakan sebuah gelar yang diberikan oleh negara melalui pemerintah kepada sejumlah perwira militer yang telah gugur di dalam tragedi Partai Komunis Indonesia (PKI) G30S/PKI yang terjadi pada tanggal 30 September 1965. Peristiwa G30S/PKI ini terjadi di Jakarta dan Yogyakarta.

Dimana terjadi pemberontakan antara para pemberontak PKI dengan para perwira TNI Angkatan Darat saat itu. Yang kemudian membuat para pemberontak PKI ini menculik beberapa anggota TNI Angkatan Darat ini. Tak hanya menculiknya, para pemberontak PKI ini juga membunuh dan membantai dengan kejam para perwira TNI ini.

Dan kemudian mayatnya dibuang pada sebuah tempat yang kini diberi nama dengan Monumen Lubang Buaya di Jakarta. Enam diantara korban tersebut adalah seorang jenderal TNI, dua yang lainnya adalah pengawal serta seorang putri jendral yang berhasil selamat dari percobaan penculikan dan pembunuhan tersebut. Dan satu korban lainnya yaitu yang berasal dari pihak kepolisian.

Peristiwa penculikan dan pembunuhan ini tak hanya terjadi di Jakarta saja, namun juga di kota Yogyakarta. Pada waktu itu di Yogyakarta juga tumbang beberapa korban seperti komandan korem 072/Pamungkas beserta dengan kepala stafnya. Mereka adalah Brigjen TNI Katamso serta Kolonel Sugiyono yang menjadi korban dari keganasan pemberontak PKI di Yogyakarta.

Artikel Terkait : Adat Istiadat Pernikahan Palembang

Operasi penculikan dan pembantaian yang dilakukan oleh PKI yang dikomandani oleh Letkol Untung ini terjadi atas dasar adanya tuduhan kepada para jenderal. Mereka menuduh para jenderal TNI ini sudah membentuk sebuah Dewan Jenderal yang memiliki rencana akan menghancurkan pemerintahan Presiden Soekarno pada waktu itu.

Sebagai penghormatan pemerintah untuk para jenderal TNI yang telah gugur dalam menumpas PKI ini, maka dianugerahkanlah gelar pahlawan revolusi kepada ke 10 jenderal TNI yang telah berjuang untuk menumpas pemberontakan PKI pada peristiwa G30S/PKI. Lalu siapa sajakah ke 10 pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI ini?

Baca Juga :  5 Macam Metode Pembelajaran Terbaik

Berikut akan saya berikan informasinya mengenai ke 10 pahlawan revolusi Republik Indonesia yang telah gugur dalam menumpas PKI dalam peristiwa G30S/PKI.

Daftar Pahlawan Revolusi Indonesia

1. Jenderal Ahmad Yani

@manaberita

Jenderal Ahmad Yani lahir di Purworejo 19 Juni 1922. Karir militernya dimulai pada saat ia mengikuti wajib militer yang diselenggarakan oleh pihak pemerintah Hindia Belanda di Malang pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, Jenderal Ahmad Yani pun bergabung dengan organisasi militer bentukan Jepang yang diberi nama PETA atau Pembela Tanah Air pada waktu itu.

Jenderal Ahmad Yani pernah menahan Agresi Militer 1 dan 2 Belanda, melumpuhkan pasukan pemberontak DI/TII, dan juga menghadapi konfrontasi dengan Malaysia pada waktu itu. Oleh sebab itu ia memperoleh gelar Panglima Angkatan Darat. Saat peristiwa G30S/PKI pun Jenderal Ahmada Yani menentang PKI dan ia diculik oleh para pasukan PKI dan dibunuh dengan cara ditembaki hingga badannya berlubang. Jenazahnya kemudian dibuang di sebuah sumur di Lubang Buaya.

2. Letjen Suprapto

@id.wikipedia.org

Letjen Suprapto lahir di Purwokerto pada tanggal 2 Juni 1920. Letjen Suprapto merupakan salah satu perwira tinggi yang menentang pemikiran para anggota PKI yang ingin untuk mempersenjatai buruh dan para tani dengan membentuk Angkatan Kelima. Oleh sebab itulah Letjen Suprapto menjadi salah satu incaran bagi para anggota PKI untuk dibunuh.

3. Letjen MT Haryono

@tirto.id

MT Haryono adalah putra dari seorang asisten Wedana di Gresik. Ia lahir pada tanggal 20 Januari 1924 di Surabaya. MT Haryono juga dikenal sebagai salah seorang jenderal yang sangat cerdas dan fasih berbicara dalam sejumlah bahasa asing. Sejak muda ia telah aktif dalam kegiatan militer untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Dan ia juga termasuk salah satu jenderal yang menolak keras dan menentang kehadiran PKI pada masa itu. Sehingga ia pun juga masuk ke dalam daftar jenderal yang harus dihabisi oleh PKI.

Baca Juga :  Biografi Soichiro Honda Lengkap : Pencipta Merk Honda

4. Letjen Siswondo Parman

@pintaram

Letjen Siswondo Parman atau Letjen S. Parman ini merupakan salah seorang tentara intelijen yang dihabisi oleh PKI, sebab ia telah mengetahui semua rencana dari PKI ini. Letjen S. Parman lahir di Wonosobo, 4 Agustus 1918.

Artikel Terkait : 5 Tips Menghadapi Begal

Ia merupakan salah satu jenderal yang paling dekat dengan PKI, sebab ia bertugas sebagai intelijen negara waktu itu. Sehingga ia mengetahui semua kegiatan rahasia PKI. Tapi ia menolak saat ditawari untuk bergabung dengan PKI pada waktu itu.

5. Mayjen D. I. Pandjaitan

@merdeka

Mayjen D. I. Pandjaitan lahir di Balige, Sumatera Utara pada tanggal 19 Juni 1925. Merupakan seorang perwira tinggi pada waktu itu yang juga menjadi korban dari ganasnya PKI. Mayjen D. I. Pandjaitan sejak remaja sudah aktif dalam kegiatan militer dengan bergabung di dalam Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Hingga akhirnya ia menjadi Asisten IV Meteri/Panglima Angkatan Darat. Mayjen D. I. Pandjaitan dibunuh oleh pasukan PKI di kediamannya dengan cara ditembak hingga mati, dan kemudian jasadnya dibuang ke Lubang Buaya.

6. Mayjen Sutoyo Siswomiharjo

@chirpstory

Lahir di Kebumen pada 28 Agustus 1922, merupakan salah satu inspektur kehakiman atau jaksa militer utama pada waktu itu. Ia diculik oleh para pasukan PKI dan dibawa ke markas PKI di Lubang Buaya. Disana sebelum dibunuh, ia terlebih dahulu disika habis-habisan oleh para PKI. Hingga akhirnya ia dibunuh dan jenazahnya dibuang ke dalam sumur Lubang Buaya.

7. Kapten Pierre Tendean

@blora-indonesia.blogspot

Kapten Tendean lahir pada tanggal 21 Februari 1939. Ia merupakan seorang intelijen negara pada waktu itu. Kapten Tendean pernah ditugaskan untuk menjadi seorang mata-mata ke Malaysia pada saat terjadi konfrontasi antara Indonesia dengan Malaysia. Saat peristiwa G30S/PKI ia mengaku sebagai Jenderal Nasution yang kemudian ditangkap dan dibunuh di Lubang Buaya. Ia dibunuh karena peluru timah panas yang dibawa oleh pasukan PKI.

Baca Juga :  Contoh Surat Resmi Bahasa Inggris

8. Brigadir Jenderal TNI Anumerta Katamso Darmokusumo

@id.wikipedia.org

Lahir di Sragen pada 5 Februari 1923 merupakan salah satu korban kekejaman PKI di Yogyakarta. Ia diculik pada saat bertugas di Yogyakarta. Dan kemudian dipukuli dengan memakai kunci mortir motor hingga tewas.

9. Kolonel Infanteri Anumerta R Sugiyono Mangunwiyoto

@kumbercer.blogspot

Sugiyono lahir di Gunung Kidul, pada tanggal 12 Agustus 1926. Ia juga mengalami nasib yang sama dengan Brigjen Katamso. Ia diculik dan dibunuh bersama dengan Brigjen Katamso dengan cara kepalanya dihantam dengan memakai kunci mortir motor dan dengan menggunakan batu. Jenazahnya pun kemudian dimasukkan ke dalam sebuah lubang yang telah disipakan di sekitar daerah Sleman, Yogyakarta.

10. Ajun Inspektur Polisi Dua Anumerta Karel Satsuit Tubun (KS Tubun)

@tirto.id

KS Tubun lahir di Maluku pada tanggal 14 Oktober 1928.  Ia saat itu sedang bertugas menjadi seorang ajudan Johanes Leimena, menteri di kabinet Presiden Soekarno. Dimana rumah Leimena ini bertetangga dengan rumah jenderal Nasution. Pada saat rumah Jenderal Nasution ini dikepung, ia pun melepaskan tembakan ke arah pasukan PKI. Tapi sayang karena kalah jumlah dan juga kalah senjata, KS Tubun dapat ditembak hingga mati oleh pasukan PKI pada waktu itu.

10 pahlawan revolusi beserta namanya, brigjen sutoyo siswomiharjo, foto mayjen siswondo parman, jendral suprapto, kondisi jenazah pahlawan revolusi, Mayjen s parman
Related posts: