Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Jual Beli Tanah, Hutang, Kontrak Atau Sewa Rumah

Posted on

Surat perjanjian merupakan sebuah bentuk kesepakatan yang terjadi antara dua belah pihak atau lebih. Surat perjanjian ini biasanya berisi tentang hak dan juga kewajiban masing-masing pihak untuk saling menjaga serta menjalani janji yang telah ditetapkan dan disepakati di dalam surat perjanjian tersebut.

Di dalam pembuatan surat perjanjian ini juga melibatkan beberapa orang saksi yang berperan untuk memperkuat isi dari surat perjanian yang sudah di buat tersebut. Surat perjanjian yang tertulis ini memang di buat dengan berdasarkan landasan hukum yang ada, jadi supaya dapat membuat kedua belah pihak menjadi lebih nyaman dan aman dalam melakukan perjanjian.

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama

[toc]

Biasanya surat perjanjian ini memang di buat untuk hal-hal seperti sewa tanah, mobil, rumah, dan hal-hal lainnya yang memang harus di laksanakan di bawah landasan hukum. Isi dari surat perjanjian ini pun harus adil dan tidak boleh merugikan salah satu pihak.

Jenis Surat Perjanjian

@maxmanroe

Surat perjanjian di bagi ke dalam 2 jenis yang berbeda, yaitu seperti berikut ini :

  1. Perjanjian Di Bawah Tangan

Surat perjanjian jenis ini merupakan sebuah surat perjanjian yang tidak mempunyai saksi yang berasal dari suatu instansi atau pejabat pemerintahan tertentu yang sah.

Artikel Terkait : Contoh Surat Kuasa [Passpor, Tanah, BPKB, Gaji & Dokumen Ijazah]

  1. Perjanjian Autentik

Surat perjanjian jenis ini adalah sebuah surat perjanjian yang saksinya berasal dari sebuah instansi atau pejabat pemerintahan tertentu yang sah.

Syarat Surat Perjanjian

Di dalam pembuatan surat perjanjian pun juga harus memenuhi beberapa syarat yang ada agar surat perjanjian ini dinyatakan sah di dalam hukum. Berikut beberapa syarat yang harus di penuhi pada saat akan membuat surat perjanjian.

  1. Judul Surat Perjanjian

Judul surat perjanjian ini harus berisikan mengenai poin perjanjian apa yang akan di buat pada surat perjanjian tersebut. Misalnya yaitu seperti surat perjanjian untuk sewa tanah maka judulnya juga harus sesuai yaitu “Surat Perjanjian Sewa Tanah”.

Baca Juga :  Penjelasan Reproduksi Jamur Vegetatif & Generatif [+Gambar]

Hal ini bertujuan untuk mengetahui tujuan pembuatan surat perjanjian tersebut dengan jelas. Di dalam penulisan judul ini harus memakai huruf kapital dan di tulis di tengah.

  1. Pembuka Surat Perjanjian

Bagian pembuka surat perjanjian ini biasanya berisikan mengenai identitas lengkap dari pihak yang terlibat atau terkai di dalam perjanjian tersebut.

  1. Isi Surat Perjanjian

Bagian dari isi surat perjanjian ini biasanya harus mengandung beberapa aspek, seperti:

  • Isi perjanjian tentang hak dan kewajiban yang akan di jalankan atau di laksanakan oleh pihak yang terkait dalam perjanjian tersebut
  • Keterangan tambahan, apabila terjadi sebuah masalah suatu saat. Hal ini juga perlu untuk dibuat karena untuk menghindari hal demikian
  • Isi dari surat perjanjian tidak boleh merugikan maupun menguntungkan salah satu pihak saja
  • Kalimat di dalam surat perjanjian tidak boleh memakai kalimat yang memiliki makna ganda atau kalimat yang ambigu
  • Isi surat perjanjian tidak boleh berisikan suatu perkara yang melanggar norma dan hukum yang berlaku di masyarakat.
  1. Penutup surat perjanjian

Seperti jenis surat lainnya, surat perjanjian juga memiliki bagian penutup yang terdiri dari beberapa hal seperti berikut ini:

  • Tempat dan tanggal surat perjanjian tersebut di buat
  • Nama pembuat surat perjanjian
  • Nama penerima surta perjanjian
  • Materai (wajib)
  • Saksi terkait
  • Tanda tangan semua pihak

Artikel Terkait : Fungsi Dan Struktur Kloroplas Pada Tanaman

Manfaat Surat Perjanjian

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, surat perjanjian ini memiliki beberapa manfaat khususnya bagi kedua belah pihak atau lebih yang bersangkutan dalam sebuah perjanjian tersebut. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari di buatnya surat perjanjian :

  1. Meminimalisir terjadinya masalah yang dapat terjadi antara dua pihak atau lebih yang terkait dalam suatu perjanjian
  2. Surat perjanjian ini dapat berguna sebagai sebuah sarana penyeleaian sebuah masalah yang sedang terjadi atau bahkan yang mungkin akan mulai terjadi di antara kedua belah pihak atau lebih yang terlibat dalam sebuah perjanjian tersebut
  3. Dengan di buatnya surat perjanjian ini di harapkan tidak ada pihak yang di rugikan di dalam perjanjian tersebut
  4. Surat perjanjian di buat agar tiap pihak yang terlibat dalam sebuah perjanjian dapat saling menjalankan hak serta kewajibannya yangtelah tertera di dalam surat perjanjian tersebut
  5. Surat perjanjian ini di buat juga supaya pihak yang bersangkutan di dalam sebuah perjanjian ini dapat merasa aman dan nyaman
Baca Juga :  Macam - Macam Metode Penelitian

Contoh Surat Perjanjian

Setelah tadi kita membahas mengenai beberapa hal dasar mengenai surat perjanjian, berikut ini akan saya berikan contoh tentang surat perjanjian sewa tanah.

SURAT PERJANJIAN SEWA TANAH

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Galih Ginanjar

Pekerjaan : Swasta

No. KTP : 3308091312800001

Alamat : Jl. Gondang Timur 1 No. 10 Bulusan, Tembalang, Semarang

Disebut pihak pertama sebagai pemilik tanah sawah

Nama : Muhammad Fikri

Pekerjaan : Swasta

No. KTP : 3308090205950001

Alamat : Jl. Panglima Sudirman No. 89 Kota Madiun

Disebut pihak kedua sebagai penyewa tanah sawah

Bahwa, kedua pihak sepakat untuk mengadakan perjanjian sewa tanah sawah dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Bahwa, pihak pertama memiliki sebidang tanah sawah dengan luas tanah 3800 m²yang terletak di Jl. Gajah Mada no. 88, Bangunharjo, Semarang. Sedang pihak kedua hendak menyewa tanah milik pihak pertama tersebut.
  2. Bahwa, masa sewa tanah sawah tersebut terhitung mulai tangga 1 Desember 2015 dan akan berakhir pada tanggal 1 Desember 2020 (selama 5 tahun).
  3. Bahwa, hal-hal yang tidak diatur secara rinci di dalam perjanjian ini sudah dibicarakan secara lisan oleh kedua belah pihak yang bersangkutan.

Demikian surat perjanjian ini dibuat oleh kedua belah pihak tanpa adanya tekanan, ancaman, maupun paksaan serta tipu muslihat dari pihak manapun.

Perjanjian ini dibuat dan ditanda tangani di Jl. Gondang Timur 1 No. 10 Bulusan, Tembalang, Semarang pada hari Senin, 30 November 2015.

Baca Juga :  Contoh Struktur Organisasi Kelas di Sekolah

Semarang, 30 November 2015

Pemilik/Pihak I                                                                                      Penyewa/Pihak II

 

Galih Ginanjar                                                                                        Muhammad Fikri

                                                                                                                       

 

Saksi-saksi

Toni Prabowo

Related posts: