Contoh Sudut Pandang [Pengertian, Jenis dan Macamnya]

Posted on

Di dalam sebuah cerita atau karya sastra terdapat berbagai macam unsur pendukung yang ada di dalamnya. Unsur-unsur pendukung yang ada di dalam sebuah cerita, maupun sebuah paragraf ini sangat penting dan sangat berguna sekali keberadaannya untuk mendukung berdirinya sebuah cerita.

Salah satu unsur di dalam sebuah cerita seperti cerita pendek, drama, ataupun jenis karya sastra yang lainnya yang akan saya bahas disini yaitu adalah tentang sudut pandang. Kalian tentu sudah tidak asing lagi bukan dengan yang namanya sudut pandang ini.

Sudut pandang di dalam cerita tentu akan sangat sering untuk kalian temukan pada saat kalian mungkin sedang membaca sebuah buku cerita, novel, cerpen, maupun jenis karya sastra lainnya. Selain itu juga di dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia yang di ajarkan di bangku sekolah tentu juga mengajarkan sudut pandang ini.

Namun tak jarang ada sebagian orang yang merasa masih bingung mengenai penggunaan sudut pandang ini di dalam sebuah karya sastra. Nah untuk itulah disini akan saya berikan sedikit materi mengenai sudut pandang secara lengkap dan detail kepada kalian semua.

Pengertian Sudut Pandang

@ceritaihsan

Sudut pandang merupakan cara seseorang penulis untuk melihat atau memandang atau menilai dari segi dan perspektif mana sebuah cerita tersebut dibuat. Atau dengan kata lainnya bisa dikatakan bahwa sudut pandang ini merupakan cara seorang penulis untuk memandang atau menempatkan dirinya di dalam sebuah cerita.

Yang mana di dalam suatu cerita, sudut pandang ini menjadi sebuah elemen dasar dan menjadi unsur intrinsik di dalam sebuah karangan, baik itu fiksi maupun non fiksi. Sudut pandang yang ada di dalam sebuah cerita ini mempunyai suatu perumpamaan bagaimana kalian melihat atau menilai sesuatu hal berdasarkan dengan perspektif orang lain.

Baca Juga :  Cara Sukses Menurut Kristen [Iman Kristen]

Sudut pandang merupakan suatu teknik di dalam bercerita yang akan membuat rasa yang berbeda di dalam alur sebuah cerita dan mengenai penyampaian cerita tersebut. Dengan adanya sudut pandang ini maka seorang penulis atau pengarang cerita bisa seolah-olah menjadi pelaku utama ataupun menjadi orang lain di dalam cerita atau karangan buatannya tersebut.

Jenis Sudut Pandang

Berdasarkan teori dalam ilmu sastra, sudut pandang ini terbagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga. Sudut pandang orang pertama ini terbagi menjadi 2 jenis lagi, yaitu sudut pandang orang pertama sebagai tokoh utama dan sudut pandang orang pertama sebagai tokoh sampingan.

Sementara sudut pandang orang ketiga juga dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu sudut pandang orang ketiga serba tahu dan sudut pandang orang ketiga pengamat. Agar lebih jelasnya silahkan baca penjelasan berikut ini.

1. Sudut Pandang Orang Pertama

Ciri khas pada sudut pandang orang pertama ini yaitu adalah menggunakan kata “aku”, “saya”, maupun “kami’ (jamak). Pada saat seorang menggunakan sudut pandang orang pertama ini hal ini seolah orang tersebut menjadi salah satu tokoh utama yang ada di dalam cerita tersebut. Berikut jenis-jenis sudut pandang orang pertama.

  • Sudut pandang orang pertama sebagai tokoh utama
@medium

Sudut pandang orang pertama sebagai tokoh utama ini berarti sang penulis seolah berada di dalam cerita yang dibuatnya dan menjadi tokoh utama di dalamnya. Seluruh hal yang berkaitan dengan tingkah laku, pikiran, perasaan, dan kejadian akan dilakoni oleh tokoh “aku” di dalam cerita tersebut.

Contoh 1 : Aku sedang berjalan menuju ke sekolah pagi itu saat tiba-tiba ada sebuah mobil yang bertabrakan di depan ku. Aku sontak sangat terkejut dan segera berlari untuk melihat tabrakan mobil tersebut.

  • Sudut pandang orang pertama sebagai tokoh sampingan
Baca Juga :  10 Rekomendasi Cream Cheese Krim Keju Terbaik & Murah
@shutterstock

Sudut pandang orang pertama sebagai tokoh sampingan ini tidak menjadikan tokoh “aku” sebagai tokoh utama di dalam cerita. Melainkan kehadiran dari tokoh “aku” di dalam cerita hanya berfungsi untuk memberikan penjelasan tentang sebuah kejadian di dalam cerita tersebut.

Contoh 2 : Setelah beberapa saat bangun dari tempat tidur aku dibuat kaget dengan kedatangan Mila di depan rumah ku. Mila sepertinya sedang menungguku sejak tadi pagi di depan rumah. Mila adalah teman sekaligus sahabatku sejak SMP. Tiap pagi ia selalu datang untuk menjemputku dan rela menungguku untuk pergi bersama ke sekolah.

2. Sudut Pandang Orang Ketiga

Ciri khas yang ada pada sudut pandang orang ketiga yaitu adalah dengan menggunakan kata “ia”, “dia”, maupun “mereka” (jamak). Yang mana di dalam sudut pandang orang ketiga ini merekalah yang menjadi tokoh utamanya. Di dalam sudut pandang orang ketiga ini ada sebuah kebebasan peran di dalam sebuah cerita.

Yang mana jika dalam sudut pandang orang pertama, sang penulis bisa menunjukkan sosok dirinya di dalam sebuah cerita, namun di dalam sudut pandang orang ketiga hal tersebut tidak berlaku. Sebab di dalam sudut pandang orang ketiga ini sang penulis berada diluar isi cerita dan hanya menceritakan tentang tokoh “dia” di dalam cerita. Berikut ini adalah jenis-jenis sudut pandang orang ketiga.

  • Sudut pandang orang ketiga serba tahu
@fiqhcewek

Di dalam sudut pandang orang ketiga serba tahu ini sang penulis akan menceritakan hal apa saja yang terkait dengan tokoh utamanya. Sang penulis seolah tahu betul tentang perilaku, sikap, pikiran, kejadian, dan latar belakang yang terjadi.

Baca Juga :  Pacaran Beda Agama Menurut Kristen

Selain itu dalam sudut pandang ini selain menggunakan kata ganti “ia” atau “dia”, kata ganti yang biasa dipakai yaitu adalah nama dari tokoh yang sedang diceritakan tersebut.

Contoh 1 : Hari sudah malam saat Tia pulang ke rumah. Keduanya sudah menunggunya sejak sore tadi di halaman depan rumah dengan cemas. Sebab sudah larut malam Tia belum juga pulang dari sekolah. Tia yang sedang sedih karena baru saja di putuskan pacarnya langsung masuk ke kamar tanpa memberi salam pada orang tuanya yang sedang menunggunya.

  • Sudut pandang orang ketiga pengamat
@shutterstock

Pada sudut pandang orang ketiga pengamat ini sang penulis hanya akan menceritakan atau menceritakan sang tokoh utama hanya sebatas yang diketahuinya saja, tidak semahatahu seperti pada sudut pandang orang ketiga serba tahu.

Yang mana pengamatan ini di dapatkan dari penangkapan panca indera yang dipakai. Baik itu dengan cara melihat, mendengar, atau mengalami sebuah kejadian di dalam cerita.

Contoh 2 : Entah apa yang terjadi pada perempuan itu belakangan ini. Pulang dari bekerja ia tak pernah lagi mampir ke caffe milik kekasihnya. Ia juga terlihat tak seceria dahulu lagi. Apa mungkin terjadi sesuatu pada hubungannya dengan kekasihnya tersebut ?