Contoh Pasar Monopolistik [Ciri – Ciri dan Pengertian]

Posted on

Pasar tentu sudah tak asing lagi bagi kalian semua disini. Pasar merupakan tempat untuk bertemunya para penjual dan para pembeli untuk  melakukan transaksi jual beli. Pasar ini banyak sekali bentuk dan jenisnya. Seiring dengan berjalannya waktu dan juga seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, kini mulai banyak tempat yang bisa kalian semua temukan untuk bisa melakukan transaksi jual beli apa saja.

Jika dahulu kalian hanya bisa melakukan transaksi jual beli di pasar – pasar tradisional, namun kini seiring dengan majunya teknologi kalian tak perlu lagi repot – repot untuk jauh – jauh ke pasar tradisional untuk mencari barang yang kalian inginkan. Kalian bisa memesannya melalui internet.

Ya di internet memang banyak sekali tempat untuk mencari berbagai macam barang yang kalian butuhkan. Kembali lagi ke pembahasan mengenai banyaknya jenis pasar yang ada, disini saya akan membahas mengenai salah satu jenis pasar yang ada, yaitu pasar monopolistik. Apakah kalian pernah mendengar tentang pasar monopolistik sebelumnya? Atau bahkan mungkin kalian belum tahu sama sekali dan belum mengerti tentang apa yang dimaksud dengan pasar monopolistik ini.

Pasar Monopolistik [Contoh, Ciri – Ciri, Dan Pengertian]

Nah buat kalian semua yang mungkin belum mengetahui dan belum mengerti tentang apa itu pasar monopolistik, maka disinilah tempat yang cocok. Sebab disini saya akan memberikan sedikit informasi mengenai apa itu yang dimaksud dengan pasar monopolistik ini. Berikut ini informasinya mengenai pasar monopolistik, silahkan disimak dan di baca dengan teliti ya supaya kalian menjadi lebih mengerti dan menjadi lebih paham dengan apa itu yang dimaksud dengan pasar monopolistik ini.

Baca Juga :  20 Kata Ucapan Jumat Agung Rohani Kristen Terbaru

Apa Itu Pasar Monopolistik ?

@bahasekonomi.blogspot

Pasar monopolistik ini merupakan suatu bentuk pasar yang terbentuk atau terjadi karena adanya suatu interaksi antara permintaan dengan penawaran di dalam jumlah yang besar yang menawarkan barang yang sama akan tetapi tidak sama. Hal ini disebabkan karena tiap – tiap perusahaan ini mempunyai ciri khasnya masing – masing.

Atau dengan kata lainnya mengenai pasar monopolistik ini yaitu adalah sebuah pasar yang di dalamnya terdapat banyak produsen yang bisa menghasilkan atau memproduksi barang yang serupa akan tetapi mempunyai corak yang berbeda – beda. Yang mana di dalam pasar monopolistik ini baik para penjual maupun para pembelinya ini memiliki kemampuan untuk menetapkan harga dari sebuah produk.

Karena sang produsen ini bisa membuat dan memproduksi barang atau produk dengan corak yang berbeda – beda, maka para produsen ini juga bisa untuk membuat serta menciptakan produk atau barang sesuai dengan permintaan pasar atau permintaan para konsumen. Pasar persaingan monopolistik ini pada hakikatnya berada diantara dua pasar yang ekstrim, yaitu pasar persaingan sempurna dan pasar monopoli.

Sehingga dengan demikian maka pasar monopolistik ini mempunyai sifat atau unsur yang hampir sama dari kedua jenis pasar tersebut. Bentuk pasar monopolistik ini dicetuskan oleh seorang ahli ekonomi yang berasal dari Amerika Serikat yang bernama Edward Chamberlin dan Joan Violet pada tahun 1930.

Salah satu alasan di bentuknya pasar monopolistik ini yaitu adalah karena adanya ketidakpuasan dengan model pasar persaingan sempurna yang dianggap kurang realistis, misalnya yaitu seperti contoh tentang ciri adanya barang yang homogen.

Ciri – Ciri Pasar Monopolistik

Berikut adalah beberapa ciri – ciri yang ada dalam pasar monopolistik

Baca Juga :  Buku Yang Direkomendasikan Bill Gates 2018

1. Terdapat Banyak Penjual

@dictio.id

Di dalam pasar monopolistik ini terdapat banyak sekali produsen atau penjual, akan tetapi tidak sebanyak produsen yang ada di dalam pasar persaingan sempurna. Produsen yang ada di dalam pasar monopolistik ini tidak ada yang bisa memproduksi suatu barang dengan skala yang lebih besar atau lebih banyak dari para produsen lain

2. Produk Yang Diperjual Belikan Mempunyai Corak Yang Berbeda

@maxmanroe

Hal inilah yang menjadi pembeda antara pasar monopolistik dengan pasar persaingan sempurna. Yang mana barang yang di produksi oleh para produsen yang satu dengan yang lainnya ini mempunyai perbedaan. Walaupun barang yang di buat ini cenderung sama, akan tetapi pasti tetap akan ada perbedaan baik itu dari segi kualitas, kemasan, maupun dari cara pembeliannya.

Adanya perbedaan ini akan membuat barang yang ada di pasar monopolistik ini bersifat sebagai pengganti yang dekat dan bukan bersifat pengganti sempurna seperti yang ada pada pasar persaingan sempurna

3. Adanya Kemampuan Penjual Dalam Mempengaruhi Harga

@ilmu-ekonomi-id

Di dalam pasar monoplistik ini para produsen atau penjual memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga. Hal ini bisa dilihat dari upaya para penjual untuk mempertahankan keistimewaan produk yang telah di buatnya. Misalnya pada industri detergen, produk A terkenal karena keharumannya, sedangkan produk B terkenal karena kelembutannya

4. Adanya Kemudahan Produsen Untuk Keluar Masuk Pasar

@ghinanurjihan.wordpress

Dalam pasar monopolistik ini para perusahaan mendapat kemudahan untuk bisa keluar masuk pasar dengan syarat bahwa perusahaan tersebut mempunyai kemampuan untuk membuat produk dengan corak yang berbeda dengan produk yang sudah ada dan lebih menarik dari produk yang sudah lebih dahulu ada

Baca Juga :  Cara keluar Dari Group WhatsApp Agar Tidak Ketahuan

5. Terdapat Kegiatan Promosi

@maxmanroe

Selain harga ada hal lain yang bisa mempengaruhi minat para calon konsumen terhadap sebuah produk, yaitu dengan adanya promosi produk tersebut. Kegiatan promosi ini akan bisa menarik perhatian dan juga minat dari para calon pembeli untuk melihat produk yang sedang di promosikan tersebut dan memutuskannya apakah akan membeli produk tersebut atau tidak

Contoh Pasar Monopolistik

Di dalam pasar monopolistik ini terdapat perbedaan produk yang sangat beragam sekali. Sehingga hal ini juga akan bisa memberikan kebebasan bagi para konsumen untuk bisa memilih produk mana yang di sukainya. Dan pada umumnya para konsumen atau para pembeli ini tidak akan dengan mudah untuk berpaling atau berpindah ke produk lainnya walaupun terdapat banyak produk baru yang serupa yang muncul di pasaran.

Contohnya yaitu seperti jika kalian merupakan seorang penggemar film drama dan kalian sudah mengkoleksi berbagai macam judul film drama baik itu dari dalam maupun luar negeri dalam bentuk DVD. Nah kemudian di pasaran muncul banyak kaset atau DVD film dengan genre komedi, horor, action, dan genre lainnya.

Namun tentu saja kalian tidak akan mungkin membeli DVD atau film – film dengan genre tersebut bukan, karena kalian adalah penggemar film dengan genre drama, bukan genre lainnya.

Related posts: