Contoh Gaya Gesek [Pengertian & Rumus]

Posted on

Pernahkah kalian mendorong sebuah benda yang memiliki ukuran yang cukup besar dan juga memiliki massa yang cukup berat sekali akan tetapi benda tersebut sangat susah untuk bergerak. Misal nya saja yaitu pada saat kalian mendorong sebuah lemari yang memiliki ukuran yang sangat besar dan sangat berat, tentu saja akan sangat susah untuk di gerakkan bukan lemari tersebut.

Lalu pernahkah kalian berpikir mengapa lemari atau benda yang kalian dorong tersebut sangat susah untuk bergerak? Salah satu hal yang menyebabkan lemari yang kalian dorong ini sangat susah untuk bergerak yaitu adalah gaya gesek. Tahukah kalian semua apa yang di maksud dengan gaya gesek ini sendiri? Dan apakah sebenar nya pengaruh dari gaya gesek ini bagi kehidupan kita sehari – hari?

Nah bagi kalian yang ingin belajar tentang gaya gesek, maka di sinilah tempat yang pas bagi kalian semua. Sebab di sini akan saya berikan sedikit penjelasan atau materi mengenai gaya gesek. Silahkan di simak materi tentang gaya gesek di bawah ini dengan teliti dna cermat ya. Semoga sedikit materi tentang gaya gesek ini bisa bermanfaat bagi kalian semua yang membaca nya.

Contoh Gaya Gesek [Pengertian & Rumus]

Pengertian Gaya Gesek

@nuruljayanti.blogspot

Gaya gesek adalah sebuah gaya yang memiliki arah yang berlawanan dengan gerak benda atau arah kecenderungan suatu bend auntuk bergerak. Gaya gesek ini akan muncul atau timbul pada saat kedua buah benda bersentuhan. Benda – benda yang di maksud di sini yaitu tidak harus benda yang mempunyai bentuk padat, namun bisa juga benda – benda yang memiliki bentuk seperti benda cair maupun benda gas juga bisa memiliki gaya gesek ini.

Gaya gesek ini bisa terjadi karena ada nya sentuhan benda dengan bidang lintasan akan membuat gesekan antara kedua nya saat benda akan mulai untuk bergerak sampai benda bergerak. Besar nya gaya gesek ini di tentukan berdasarkan dengan kekasaran permukaan kedua buah bidang yang saling bersentuhan.

Baca Juga :  Niat Puasa Ramadhan

Arti nya yaitu adalah semakin kasar permukaan suatu bidang maka nilai dari gaya gesek nya akan semakin besar. Berdasarkan dengan hukum Newton I, pada suatu balok kayu yang di letakkan di atas sebuah meja bekerja pada gaya normal yang berlawanan arah dengan gaya berat.

Apabila arah gerak benda mendatar maka besar nay gaya normal (N) akan sama dengan berat benda (w). Pada waktu suatu balok kayu di tarik dengan seutas tali, maka gaya yang di butuhkan yaitu dalam suatu jumlah tertentu. Hal ini di karenakan ada nya gaya gesekan yang terjadi antara permukaan balok dengan permukaan meja yang arah nay berlawanan dengan arah gerak balok.

Hal ini membuktikan bahwa besar nya gaya gesekan ini di pengaruhi oleh berat benda dan juga kekasaran permukaan yang saling bersentuhan. Untuk suatu permukaan yang licin, maka pengaruh gaya gesek nya akan sangat kecil sekali, bahkan dapat di katakan tidak terdapat pengaruh gaya gesek di dalam nya.

Macam – Macam Gaya Gesek

Berdasarkan pendapat seorang matematikawan dan fisikawan yang berasal dari Swiss yang bernama Leonhard Euler, berdasarkan dengan keadaan sebuah benda yang di kenainya maika gaya gesek ini di bedakan menjadi 2 (dua) jenis.

Yaitu gaya gesek statis dan gaya gesek kinetis. Kedua gaya gesek ini tentu saja mempunyai karakteristik atau sifat serta rumus yang berbeda di dalam nya. Berikut ini akan saya berikan sedikit penjelasan mengenai gaya gesek statis dan gaya gesek kinetis ini.

Baca Juga :  Kapan Masa Subur Wanita dan Tanda-tandanya

1. Gaya Gesek Statis

@kreative06.blogspot

Berdasarkan dengan Hukum I Newton, pada sebuah benda yang diam maka resultan gaya yang bekerja pada benda tersebut yaitu adalah nol. Berdasarkan dengan hukum I Newton ini maka pada saat kalian mendorong sebuah benda yang di letakkan di atas lantai akan tetapi benda tersebut masih tetap diam dan tidak bergerak, maka hal ini tentu nya terdapat suatu gaya lain nya yang bekerja melawan gaya dorong yang kalian berikan pada benda tersebut.

Gaya tersebut yaitu adalah gaya gesek yang terjadi antara permukaan bawah benda dengan lantai. Gaya gesek ini bekerja pada suatu benda yang berada dalam keadaan diam, sehingga di sebut dengan gaya gesek statis (fs). Dari penjelasan tersebut, bisa di simpulkan bahwa gaya gesek statis ini merupakan suatu gaya gesek yang bekerja pada sebuah benda yang berada dalam keadaan diam.

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelum nya yaitu bahwa besar nay gaya gesek ini di tentukan oleh kekasaranpermukaan suatu benda dan bidang yang saling bersentuhan. Tingtkat kekasaran ini di nyatakan dengan koefisien gesekan. Untuk benda yang diam, maka koefisien gesekan nya disebut dengan koefisien gesek statis.

Selain itu besar nya gaya gesek juga di pengaruhi oleh besar gaya normal yang di berikan bidang pada sebuah benda. Sehingga secara matematis, gaya gesek statis ini bisa di rumuskan sebagai berikut :

fs maks = μs N

Dimana :

fs maks = Gaya gesek statis maksimum (N)

μs = Koefisien gaya gesek statis

N = Gaya normal (N)

2. Gaya Gesek Kinetis

@arif13111996

Pada saat kalian sedang menendang bola yang berada di atas suatu tanah, maka benda tersebut akan menggelinding dengan sebuah kecepatan tertentu. Namun semakin lama kecepatan dari bola tersebut akan semakin berkurang dan hingga akhir nya bola tersebut akan berhenti. Bola tersebut bisa bergerak karena ada nya gaya yang berasal dari tendangan.

Baca Juga :  7 Cara Mengatasi Cegukan Secara Ampuh dan Manjur

Akan tetapi pada saat sedang bergerak, ada sebuah gaya yang menghambat gerak dari bola tersebut dan mengurangi kecepatan bola tersebut. Gaya yang menyebabkan kecepatan bola ini semakin berkurang di sebut dengan gaya gesek kinetis.

Sehingga dari ilustrasi tersebut kita bisa simpulkan bahwa gaya gesek kinetis ini merupakan suatu gaya gesek yang bekerja pada suatu benda yang bergerak. Sama seperti gaya gesesk statis, gaya gesek kinetis ini juga bergantung atau di pengaruhi oleh gaya normal dan tingkat kekasaran permukaan benda serta bidang yang saling bersentuhan.

Koefisien gesekan yang ada pada benda yang bergerak ini di sebut denfgan koefisien gesekan kinetis. Secara matematis gaya gesek kinetis ini bisa di rumuskan sebagai berikut ini :

fk = μk N

Dimana :

Fk = Gaya gesek kinetis (N)

Μk = Koefisien gesekan kinetik

N = Gaya normal (N)

Contoh Soal Gaya Gesek

Sebuah balok kayu mempunyai massa 20 kg didorong ke arah kanan. Koefisien gaya gesek kinetis sebesar 0,2. Berapakah gaya gesek kinetis balok dan kemanakah arah arah gaya geseknya?

Jawab:

m = 20 kg

µk = 20

N = W; maka W = mg

W = 20 kg 10 m/s2

W = 200 N

Persamaan gaya gesek:

f = µk N

f = 0,2 . 200

f = 40 N

Related posts: