Ciri-Ciri, Penyebab, dan Pengobatan Kanker Payudara

Posted on

Kanker payudara merupakan salah satu jenis penyakit yang berbahaya. Semakin dininya kanker payudara diketahui maka semakin besar pula pencegahan yang bisa kita lakukan dan dapat dengan mudah pula kita hilangkan dari tubuh. Sel kanker stadium nol biasnya masih belum menunjukkan tanda atau ciri –ciri kanker payudara  yang signifikan seperti pada pengidap kanker payudara stadium satu.

Tanda Dan Ciri – Ciri Kanker Payudara

Namun ciri kanker payudara secara umum adalah munculnya benjolan di payudara. Namun, sayangnya ciri – ciri ini tidak dapat sepenuhnya menjadi patokan. Karena munculnya bejolan pada payudara dapat juga dipicu oleh perubahan hormonial pada remaja hingga rusaknya jaringan lemak. Lalu apa ciri – ciri benjolan kanker payudara?

Pada umunya, ciri–ciri benjolan kanker akan memiliki tekstur yang keras ketika dipegang dengan batas yang tidak jelas dan permukaannya yang tidak rata. Benjolan juga terus menetap 8 hingga 10 hari usai menstruasi. Bila benjolan dekat dengan puting susu, akan mudah terlihat bahawa puting susu tertarik ke dalam dan agak digerakkan (lengket).

@drandrewkiu

Selain munculnya benjolan , tanda selnjutnya yang dapat kita identifikasi sejak awal adalah sebagai berkut:

  • Perubahan ukuran, bentuk, atau tampilan pada payudara.
  • Perubahan bentuk pada puting payudara.
  • Rasa sakit pada payudara yang tak kunjung hilang bahkan ketika anda sudah masuk ke dalam siklus haid bulan berikutnya. Namun, ada beberapa wanita juga yang tidak mengalami rasa nyeri pada payudara.
  • Puting mengeluarkan cairan bening, berwarna coklat, atau kuning.
  • Puting tiba–tiba memerah dan bengkak tanpa sebab yang jelas.
  • Terjadi pembengkakan pada ketiak yang disebabkan karena pembesaran kelanjar getah bening.
  • Pembuluh vena terlihat pada payudara akibat urat-urat di bagian payudara terlihat dengan jelas.
  • Pada stadium lanjut mulai tampak adanya kelainan pada kulit payudara (seperti kulit  jeruk  atau kulit menjadi berwarna kemerah-merahan) terkadang kulit juga menjadi lebih cekung seperti lesung pipi karena tertarik oleh benjolan.
Baca Juga :  Struktur Sistem Limfatik dan Fungsi Limfatik Pada Manusia

Apabila anda mengalami gejala seperti diatas maka segera konsultasikan ke dokter. Sehingga anda mendapat penanganan yang tepat dan pencegahannya pun dapat segera dilakukan. Dengan memeriksakan ke dokter maka peluang anda untuk sembuh dari penyakit juga semakin besar.

Bagaimana Cara Mendeteksi Ciri Kanker Payudara Stadium Awal?

Untuk mengetahui lebih awal kanker payudara ada beberapa hal yang dapat anda lakukan seperti berikut ini:

1. Periksa payudara anda sendiri

@hellosehat

Langkah paling awal untuk mengetahui gejala kanker payudara adalah dengan memeriksa sendiri gejala yang ada pada payudara anda apakah merujuk pada kanker payudara atau bukan. Pemeriksaan payudara sendiri adalah teknik pengecekan bagi wanita yang dapat dilakukan di rumah untuk memeriksa benjolan pada bagian payudara.

Pemeriksaan ini dapat dilakukan secara rutin dan akan membantu mengenali tekstur jaringan payudara normal, sehingga jika nanti anda merasakan ada sesuatu yang tidak biasa pada payudara, anda dapat dengan mudah memeriksakannya ke dokter.

Artikel Terkait : Cara Menurunkan Kolestrol Secara Alami

Dalam intesistas pemeriksaannya biasakanlah memeriksa payudara anda setiap bulan. Waktu terbaik untuk memeriksa payudara adalah hari setelah siklus menstruasi selesai. Karena perubahan hormoe dapat memengaruhi bentuk dan perasaan anda terhadap payudara, pemeriksaan terbaik adalah pada saat payudara anda dalam kondisi normal. Bagi wanita yang tidak mengalami siklus menstruasi lagi sebaiknya pilihlah hari yang sama untuk melakukan tes, misalnya pada setiap awal bulan.

2. Mamografi

@thetanjungpuratimes

Selain melakukan pemeriksaan sendiri, anda dapat melakukan pemeriksan mamografi secara rutin. Dimana hal ini juga sangat penting untuk mengetahui kanker payudara sejak dini.

Mamografi adalah teknik pemindaian gambar menggunakan sinar rontgen dosis rendah untuk mendeteksi dan mendiagnosa kanker payudara. Mammogen biasa dilakukan pada saat pemeriksaan linis rutin dan pemeriksaan mandiri sebagai langkah penting diagnosa kanker payudara sejak awal.

Baca Juga :  10 Rekomendasi Masker Wajah Untuk Kulit Berminyak Terbaik 2018

Wanita yang sudah menginjak usia 40 tahun sangat dianjurkn doker untuk melakukan mammogen setiap satu sampai dua kali. Ketika melakukan prosedur ini, payudara anda akan ditempelkan pada layar pemindai rontgen. Kemudian, sebuah compressor akan menekan payudara anda ke bawah untuk meratakan jaringan. Tahap ini akan mengahsilkan gambar tidak jelas pada payudara.

Pada tahap ini biasanya dokter akan mengharuskan anda untuk menahan napas setiap kali pengambilan gambar. Bagi anda yang baru pertama kali melakukan proses ini anda mungkin akan merasakan sedikit nyeri dan tidak nyaman, namun jika rutin dilakukan maka anda akan terbiasa menjalaninya.

Selama prosedur ini dokter akan memeriksa hasil gambar yang akan ditampilkan pada layar pemindai dan meminta teknisi radiologi untuk mengambil beberapa gambar tambahan. Bila hasil gambarnya terlihat kurang jelas dan dianjurkan untuk pemeriksaat lebih lanjut jangan panik, karena hal seperti ini sangat lazim dilakukan.

Penyebab kanker payudara

  • Jenis kelamin

Wanita 100 kali lebih sering di diagnosa menderita kanker payudara dibandingkan pria. Ini kerena pengaruh hormon seks mereka yaitu esterogen dan progesterone. Pada beberapa kasus hormoe ini adalah penyebab pertumbuhan dan pembelahan sel. Resiko kanker akan meningkat akibat sel–sel payudara kerap terkena hormon selama menstruasi.

  • Usia

Lebih dari dua pertiga kasus kanker payudara ditemukan pada wanita yang berusia 55 tahun lebih. Hanya seperdelapan populasi wanita yang ditemukan memiliki kanker payudara berusia kurang dari 45 tahun.

  • Riwayat medis keluarga

Faktor selanjutya adalah keturunan. Wanita yang berisiko tinggi memiliki kanker payudara biasanya yaitu jika mereka memiliki keturunan yang juga memiliki riwayat penyakit kanker payudara.

  • Genetik

Menurut memorial sloan kettering cancer canter, mutasi genetic BRCA dan BRCA1, sejauh ini adalah penyebab turunan yang paling umum. Mutasi BRCA1 akan mempengaruhi resiko kanker pada wanita, tapi mutasi BRCA2 memiliki andil sebagai faktor resiko kanker payudara baik pada wanita maupun pria. Gen lainnya yang ikut andil dalam kanker payudara turunan adalah ATM, CHEK2, PTEN, CDH1 dan p53.

  • Faktor gaya hidup
Baca Juga :  Penjelasan Lengkap Demam Berdarah (DBD)

1. Obesitas

2. Konsumsi alkohol

3. Tidak memiliki anak

4. Memiliki anak pertama setelah umur 35 tahun

5. Mengkonsumsi pil KB

6. Menggunakan terapi pengganti hormon

Pengobatan Kanker Payudara

1. Pembedahan

@hellosehat

Bedah konservatif, yaitu bedah yang dilakukan untuk mengangkat sel kanker beserta jaringan kelenjar getah bening. Metektomi total, mengangkat seluruh payudara yang terkena kanker. Sedangkan Modified radical, mengangkat seluruh payudara yang terkena kanker, kelenjar getah bening dibawah ketiak, otot dada dan sebagian otot dinding dada.

2. Terapi radiasi

@detik

Terapi ini menggunakan sinar–x bertenaga tinggi yang ditargetkan untuk membunuh sel-sel kanker dan dapat mengurangi resiko munculnya sel kanker. Terapi ini diberikan secara teratur bagi wanita yang menjalani mastektomi.

Artikel Terkait : Tips Jogging Bagi Pemula

3. Kemoterapi

@republika

Terapi dokter menggunkaan obat-obatan untk meghambat pertumbuhan sel kanker. Terapi ini dilakukan sebelum pembedahan.

4. Terapi hormon

@detik

Terapi hormon adalah jenis terapi yang menghambat perkembangan sel kanker. Terapi ini khusus bagi pengidap yang sensitif terhadap hormon.

5. Terapi target

@asiancancer

Terapi yang menggunkaan obat kimia untuk mengidentifikasi dan menyerang sel kanker secara spesifik tanpa membunuh sel normal. Terapi ini meliputi :

  • Antibodi monoclonal
  • Penghambat tirosin kinanse
  • Cyclin-dependent kinase inhibitors

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan tentang informasi mengenai seputar kanker payudara, semoga bermanfaat bagi kalian semua. Sekian.

Related posts: