Cara Ternak Lebah Madu Untuk Pemula [Lengkap]

Posted on

Pemilihan Tempat Ternak Lebah Madu

@antarafoto

Hal pertama yang dapat kita lakukan jika berencana beternak lebah madu adalah dengan memilih tempat terlebih dahulu. Pemilihan tempat uang kurang tepat akan membuat madu yang dihasilkanpun tidak dapat memperleh hasil yang maksimal. Berikut dalah tips tempat yang bagus untuk berternak lebah madu.

1. Suhu

Cari tempat dengan suhu ideal, lebah biasa tingga di suhu rata – rata maksimal 26º. Untuk mengakali suhu anda dapat memperkirakan ketebalan kayu yang akan digunakan untuk membuat sarang. Hal ini untuk menghindari perubahan suhu yang mendadak di dalam sarang lebah.

2. Hindari Keramaian

Carilah tempat yang sepi, keramaian membuat lebah menjadi lebih agresif, membuatnya cepat mati. Disamping itu jika ditempatkan dikeramaian akan berbahaya untuk orang lain disekitarnya.

3. Terdapat Sumber Air Bersih

Air berguna untuk tempat minum lebah. Kalau tidak ada maka bisa disediaka sendiri.

4. Carilah Tempat Yang Terdapat Banyak Bunga

Tempat yang memiliki banyak bunga akan sangat berguna. Dengan jarak tidak boleh lebih dari 2 km. cara ini bisa diakali dengan sesekali membawa sarang lebah ke tempat yang terdapat bnyak nektra yang dibutuhkan oleh para lebah untuk menghasilkan madu.

5. Hindari Tempat Yang Terdapat Dari Angin Kencang

Ini bisa dilakukan dengan membatasi sekitar tempat perlebahan.

6. Cari Lokasi Yang Mudah Diakses Oleh Kendaraaan

Pemilihan tempat tentunya fleksibel, bahkan jika hanya berada dipekarangan rumah pun tidak jadi masalah, asal hal – hal menasar seperti yang telah dijelaskan diatas trsedia. Dengan mengikuti instruksi mendasar tersebut maka akan dapat memaksimalkan kualitas lebah madu anda nantinya.

Alat dan Bahan

Setelah penentuan tempat, selanjutnya penentuan alat dan bahan, hal ini akan digunakan untuk membuat sarang dan untuk memanen madu yang telah dihaslkan lebah nantinya. Diantaranya yang diperlukan adalah garpu lebah, gergaji kayu, pisau lebah, gunting seng, palu, pengasap untuk menjadikan lebah, masker untuk mengamankan diri ketika panen.

@lebahmaduaceh.blogspot

Sedangkan bahan yang perlu kita persiapkan untuk pembuatan sarang lebah, atau biasa disebut stup adalah kayu, paku, kawat kasa, tali rami atau plastik kelang minyak bekas atau cukup gunakan kayu gondongan kalau ada. Tempatkan stup dengan menggantungnya ini untuk menghindari serangan hama.

Setelah selesai pembuatan kandang tempatkan kandang menhadap arah timur, tetapi tetap teduh ketika siang hari, bisa menggunakan atap juga. Jika membuat setup lebih dari satu. Susun setup tersebut secara berderet dengan memberikan jaraksekitar 1.5 meter.

Jika setup disangga maka berikan air atau minyak pelumas, dan oleskan obat semut agar tidak diganggu serangga lain.

Jenis – Jenis Lebah

Sebelum memasukkan lebah ke stup kita harus tahu terlebih dahulu jenis lebah. Berikut jenis lebah agar menambah pemahaman anda.

1. Lebah Pekerja

@ilmuternak.blogspot

Dialah yang paling sering kita lihat berkeliaran diluar stup. Lebah ini memiliki tugas untuk mencari nektar dan mengumpulkannya, membersihkan sarang, memberikan makan lebah jantan dan lebah ratu, menjaga sarang lebah agar tetap aman, bertugas mengumpulkan tepung sari dan air serta, lebah ini juga yang bertugas membangun sarang lebah.

Baca Juga :  5 Jenis Hewan dan Tumbuhan Langka di Dunia

2. Lebah Ratu

@hewanpedia

Memiliki tubuh yang memanjang. Lebah ini yang paling penting dia merupakan lebah yang diikuti oleh lebah pekerja dan lebah jantan. Memiliki peran penting dalam kelangsunga hidup sebuah koloni lebah.

Dalam sehari lebah ini bisa menghasilkan lebih dari 10000 telur. Lebah ini dapat menghasilkan tiga jenis lebah, lebah pekerja, lebah ratu itu sendiri dan lebah jantan.

3. Lebah Jantan

@coffeebreakstory

Dia yang bertugas mengawini lebah ratu. Setelah mengawini lebah ratu lebah ini akan mati. Memiliki tubuh paling besar dibandingkan lebah lainnya. Dia mempunyai dua testis yang masing – masing dapat menghasilkan spermatozoa.

Pemilihan Bibit Unggul

@mautaubangetyah.blogspot

Tentunya setelah pembuatan kandang hal penting adalah lebah yang akan anda gunakan merupakan lebah yang berkualitas untuk hasil panen terbaik. Ada tiga cara memperoleh lebah untuk mengisis stup yang telah kita persiapkan sebelumnya.

  • Memasang perangkap

Secara pasif kita bisa membuat tempat pemancinga yang terbuat dari batang kelapa yang dibuat rongga-lubang, biasa disebut glodog (klutuk). Glodog ini harus dalam keadaan kering untuk menghindari tumbuh jamur. Kita hanya menunggu samai terisi koloni lebah yang akan bersarang disana.

Tempatkan glodok ditempat yang teduh seperti dahan pohon yang rindang. Buat lubang glodok jangan terlalu besar untuk menghindai masuknya tokek kedalamnya. Setelah terisi koloni lebah harus dipindah dengan hati – hati.

Setelah setup siap, glodok dibuka dan dibalik tetap dibawah stup, laukan dengan pelan. Kemudian ketuk – ketuk glodok dengan pelan dan halus, untuk mempercepat pemindahan kedalam stup.

  • Berburu Di Alam Liar

Ketika berburu siapkan terlebih dahulu kurungan ratu, kotak baru, kain kasa hitam berbentuk kerucut (seperti jarring). Setelah menemukan koloni segera cari lebah ratu dan masukkan kedalam kurungan ratu. Letakkan kain kasa hitam ditas koloni,dengan lubang menghadap koloni.

Kemudian lebah diusik supaya terbang semua dan hinggap di kain kasa tersebut. Dapat dilakukan dengan asap rokok, atau obat nyamuk supaya lebah berpindah meninggalkan sarangnya.

Apabila lebah masuk ke kain kasa segera tutup ikat, siap dibawa pulang. Selanjutnyasarng dimasukkan kedalam sisiran atau frame. Tentunya pilihlah sarang yang masih bagus, ada madu dan anakan, potong dengan hati hati dan tempelkan pada sisiran, jangan lupa diikat.

Simpan dan masukkan sarang yang sudah melekat pada sisiran tersebut kedalam stup baru. Jangan lupa tertibkan koloni dalam kotak eram. Membeli koloni lebah madu lengkap dengan stup atau glodog.

Cara ini paling lazim dilakukan, pilihlah bibit unggul yang sudah dipasarkan. Di Indonesia sendiri ada dua tipe yaitu A.Cerana (lokal) dan A.Mellifera (impor). Disini ratu lebah merupakan inti dari pembentukan koloni lebah baru, oleh sebab itu pemilihan jenis unggul bertujuan agar dalam satu koloni lebih bisa berproduksi secara maksimal.

Pemeriksaan Koloni

Hal ini berguna untuk mengetahui kondisi perkembangbiakan koloni lebah. Lakukan diwaktu matahari terang dan cerah, ketika lebah bekerja yaitu pagi hari jam 06.00 sampai 10.00 atau jikalau sore hari pada pukul 16.00-18.000 yakni saat lebah dewasa banyak keluar sarang itu adalah waktu terbaik untuk memeriksa koloni.

Baca Juga :  Spesifikasi dan Harga IPhone 3

Tentunya lebah tidak boleh mengganggu karena cuca dingin, hujan dan angina kencang ataupun malam hari.
Pemeriksaan stup jangan melakukannya dari depan karena menghalangi masuknya lebah pekerja ke dalam sarang bisa membuat para lebah bertindak agresif dan bisa saja menyengat.

Untuk menenangkan lebah gunakan asap rokok atau asap serabut kelapa, hembuskan menggunakan alat. Lakukan pemeriksaan setiap seminggu sekali. Untuk menghindari ganguan hama penyakit, mengetahui isi sarang, kedaan ratu dan perbandingan antara lebah pekerja dan lebah jantan kita juga perlu melakukan pemeriksaan koloni.

Jika dijumpai frame yang sudah penuh maka tambahkan frame baru. Bila terdapat frame dengan bagian tengah berwarna hitam bertanda frame tersebut terkena penyakit. Sarang ini perlu dibakar atau dibuang.

Jika dijumpai lebah pejantan daripada lebah pekerja, bunuh atau buang lebah pejantan dengan membubuh telur – telurnya. Kebutuhan lebah pejantan hanya 200 ekor dalam satu koloni.

Amati pula kedaaan ratu, apakah sudah ada ratu pengganti dan masih aktif. Jika terdapat artu lama dengan pengikut sedikit bisa diusir atau dibunuh. Amati juga keseimbangan antara tepung sari atau pollen dengan nectar di dalam sarang lebah.

Jika terlalu banyak pollen maka disekitar tanaman mengandung nectar kurang. Bisa diatasi dengan memindah stup ke daerah yang sekitarnya terdapat tanaman dengan nectar berlebih.

Manajeman Koloni

Manajemen koloni digunakan untuk mengontrol koloni, dilakukan untuk memaksimalkan setiap performa koloni, apakah terlalu banyak sehingga perlu dipecah atau terlalu sedikit sehingga perlu penggabungan atau bahkan pergantian ratu, bisa juga menginduksi ratu.

1. Penggabungan Koloni

Terkadang sebagai peternak kita perlu menggabungkan dua koloni lemah menjadi satu yang lebih kuat, atau koloni tanpa ratu ke koloni lain. Jika keduanya mempunya ratu maka pilihlah ratu yang terbaik diantara keduanya, yang lain akan dimatikan.

Bisa dilakukan dengan memupuk dua koloni lbah dengan memberikan penyekat dari kertas yang dilubangi kecil dan telah diolesi oleh cairan madu atau gula. Dalam satu atau dua hari biasanya lebah telah menembus kertas penyekat, secara bertahap lebah akan bercampur. Ini sebaiknya dilakukan dimalam hari.

2. Pemecahan Koloni

Biasanya ditandai dengan adanya sel ratu baru disaat masih ada ratu. Ini berarti akan adanya usaha lebah untuk mengadakan reprosuksi dan pemecahan koloni, kerenanya kita perlu adakan pemeriksaan teratur dan teliti agar tidak terjadi pemecahan secara liar yang dapat mergikan kita. Caranya cukup pindahkan sel ratu ketempat baru.

3. Pergantian Ratu

Dilakukan dengan pemecahan koloni, karena lebah ratu mempunyai jangka masa produksi tertentu membrikan lebah ratu dari koloni lain. Dengan mengambil ratu lama dan menggantinya dengan ratu baru.

Merangsang pembentukan sel calon ratu. Caranya dengan membunuh ratu lama sehingga membuat lebah pekerja membentuk ratu baru.

4. Memberikan Makanan Lebah

Lebah madu akan berkembangbiak dan mempunyai koloni besar jika kondisi lingkungan mendukung. Lingkungan disini adalah banyak tersedianya pollen. Untuk endukung tersedianya pakan lebah yang menghasilkan nectar berlebih sepanjang tahun pada suatu lokasi maka perlu diambil langkah pendataan jenis tanaman pakan lebah yang ada.

Baca Juga :  Spesifikasi dan Harga iPhone 7 Plus Terbaru

Selanjutnya dilakukan pengkayaan jenis tanaman sesuai kondisi ruang dan iklim disekitar kandang. Beberapa tanaman dan pakan yang bisa membantu memaksimalkan ternak lebah, aren pollen, randu pollen, karet ekstra flora, tebu pollen, sengon, akasia, manga, rambutan, belimbing dll.

5. Pengangonan dan Megaton

Apabila ketersediaan makanan untuk lebah tidak memungkinkan untuk diusahkan dilingkungan maka bisa dilakukan pengangonan. Pemindahan koloni lebah ke tampat yang tersedia pakan. Pengangonan ini hanya untuk jenis lebah A.Mllifera.

Pemindahan dilakukan dimalam hari saat semualebah sudah masuk stup dan sudah dalam keadaan tenang. Ketika sore semua lebah sudah masuk, tutup sisiran yang berisiskan madu diganti dengan yang kososng, rapatkan sisiran agar tidak mudah bergerak.

Pada saat pengangkutan usahakan lubang dan ventilasi tidak menghadap kearah perjalanan. Setelah sampai buka sedikit demi sedikit agar lebah pekerja mengenali daerah sekitar. Jika perjalanan jauh sampai menginap maka masukkan larutan gula atau madu kedalam stup sebelum dibungkus, sebagai persediaan makanan dan agar tidak ada lebah yang mati kelaparan.

Hama Dan Pengendaliannya

1. Tabuhan

@bobo.grid.id

Sejenis insect masih dalam keluarga lebah tapi bertindak sebagai pemangsa lebah madu. Di masyarkata biasa disebut tawon endas ( jawa) atau enggang (sunda). Tabuhan memangsa lebah madu harus dilakukan pencegahan dengan menagkap dan mmebunuhnya secara langsung atau membakar sarang tabuhan dilingkungan sekitar peternakan lebah.

2. Semut

@discovery

Gangguna paling umum, semut akan membuat sarang di dalam sarang lebah dan memakan madu yang dihasilkan lebah. Mengakibatkan lebah hijarh meninggalkan sarang. Bisa dilakukan pencegahan dengan mengoleskan oli pada tiang penyangga stup agar semut tidak bisa merambat naik.

3. Ngengat Lilin

@tekno.tempo.co

Serangga sejenis kupu – kupu, hama ini merusak sarang lebih, bertelur di dalamnya, sarang lebah madu yang terserang hama ini harus dipotong dan dibakar hingga musnah.

4. Cicak

@jogja.tribunnews

Terkadang hama satu ini ketika lapar akut memakan lebah madu. Dapat dicegah dengan melakukan penjagaan dan pengusiran apablia ada cicak mendekat.

5. Kecoa

@bbc

Bintang ini dapat membuat lebah menjadi liar dan merusak lilin dalam sarang. Dapat dicegah dengan memperkecil lubang masuk sehingga kecoa tidak bisa masuk.

6. Burung Pemangsa Serangga

@duniawalet.co.id

Sebut saja walet, gemar memakan lebah untuk mengatasinya cukup pemilihan tempat dijauhkan dari rumah walet atau burung sejenisnya.

Pemanenan

@jombangcityguide.blogspot

Panen madu dilakukan pada 1-2 minggu setelah musim bunga. Ciri madu sudah siap panen dilihat dari sisiran yang telah tertutup oleh lapisan lilin tipis. Sebelum dipanen sisiran dibersihkan dulu dari lebah yang menempel setelahnya lapisan penutup sisiran dikupas. Kemudian sisiran dikeluarkan untuk diambil madunya.

ternak madu, Tiang penyangga stup cerana
Related posts: