6 Langkah Budidaya Jamur Tiram Agar Sukses 100%

Posted on

Jamur tiram atau yang dalam bahasa Latin nya di sebut Pleurotus Ostreatus yang mana termasuk ke dalam golongan jamur yang berwarna putih dan merupakan kelompok Basidiomycota. Karena di bagian jamur ini terdapat tajuk yang menyerupai kulit tiram, maka jamur jenis ini kemudian di namakan atau di sebut dengan jamur tiram.

Beberapa ciri dan karakteristik yang terdapat dalam jamur tiram ini diantaranya yaitu memiik bentuk setengah lingkaran, dan biasanya tempat tumbuh atau habitat dari jamur ini terdapat pada sebuah batang kayu yang telah lapuk. Makanya selain di namakan jamur tiram, jamur ini juga kerap kali di sebut orang dengan sebutan jamur kayu.

Cara Budidaya Jamur Tiram Untuk Pemula

@budidayaid

Bagi kita yang tinggal di Indonesia tentunya sangat di untungkan dengan kondisi iklim dan cuaca yang sangat cocok untuk tumbuh dan berkembangnya jamur tiram. Hal ini tentu menjadi sangat pas bagi kalian yang ingin memiliki bisnis dalam budidaya jamur tiram. Sebetul nya budidaya jamur tiram ini tidak lah sulit dan termasuk mudah, bagian yang agak sulit nya yaitu pada pembuatan baglog atau media tanam jamur nya saja yang berguna sebagai wadah untuk jamur tersebut.

Terdapat dua aktivitas penting yang perlu di kerjakan terkait dengan budidaya jamur tiram ini. Kegiatan yang pertama yaitu membuat media tanam serta bibit jamur di inokulasikan dengan media tanam itu. Dengan begitu media yang hendak di tumbuhi miselium berwarna mirip dengan kapas. Lalu langkah yang kedua yaitu membiarkan miselium tersebut tumbuh dan menjadi badan buah. Pada umumnya mereka yang masih pemula mengawali aktifitas budidaya lewat penumbuhan baglog jadi daging buah.

Sedangkan untuk baglog nya biasanya mereka membelinya dari orang lain. Apabila budidaya jamur tiramnya sudah berkembang barulah biasanya mereka membuat baglog nya sendiri. Bagi kalian nih yang ingin mencoba budidaya jamur tiram, di sini akan saya jelaskan mengenai cara budidaya jamur tiram dengan baik dan benar.

Tips Budidaya Jamur Tiram

@penulispro

 

Baca Juga :  Latar Belakang, Isi, dan Dampak Perjanjian Bongaya

1. Menyiapkan Kumbung

Kumbung atau yang biasa di sebut dengan rumah jamur adalalah media yang berguna untuk perawatan baglog serta pertumbuhan jamur. Pada umumnya rumah jamur ini adalah sebuah bangunan yang di dalamnya terdapat rak-rak sebagai tempat baglog.

Kumbung atau rumah jamur ini harus memiliki kemampuan beradaptasi agar suhu dan kelembaban yang ada di dalamnya selalu terjaga. Rumah jamur ini berasal dari kayu atau bambu, dan dindingnya pada umumnya berasal dari papan atau gedek, sedangkan pada bagian atap nya berasal dari sirap ataupun genteng.

Artikel Terkait : Susunan Sistem Tata Surya dan Keterangannya

Sebaiknya jangan gunakan seng atau asbes sebagai atap nya karena hal ini akan membuat suhu di dalam kumbung menjadi panas. Sementara untuk lantainya cukup tanah saja, agar dapat menyerap air saat jamur sedang disiram.

Rak pada rumah jamur juga sebaiknya di buat berupa kisi-kisi yang bertingkat. Rak tersebut berguna untuk menyusun baglog. Rak biasanya terbuat dari kayu atau bambu. Peletakan posisi rak juga harus berjajar antara satu rak dengan rak yang lainnya dan pisahkan dengan lorong-lorong agar mempermudah kita setelah mengerjakan perawatan.

Ruang antar rak sebaiknya berukuran ketinggian paling kecil 40 cm, dan tingkat nya dapat di buat 2-3 tingkat. Umumnya lebar rak kira-kira 40 cm dan panjang untuk tiap ruas rak yaitu 1 meter. Dengan ukuran standart ini rak dapat menampung sekitar 70-80 baglog.

 

2. Menyediakan Baglog

Baglog merupakan media tanam tempat menaruh bibit jamur tiram. Bahan dasar untuk membuat baglog yaitu serbuk gergaji yang pada umumnya baglog di buat dengan plastik yang berbentuk silinder, kemudian salah satu di antara kedua ujungnya di buatkan lubang. Sehingga jamur tiram akan tumbuh keluar melalui lubang tersebut.

Pada umumnya untuk para pemula budidaya jamur ini mereka mendapatkan baglog dengan cara membelinya dari orang lain, sedangkan untuk mereka para pembudidaya jamur tiram yang sudah memasuki skala besar, mereka biasanya dapat membuat baglog mereka sendiri.

 

Baca Juga :  Cara Membaca Tanda Tangan

3. Merawat Baglog

Dalam penyusunan baglog di bagi menjadi dua cara, yaitu yang pertama dengan peletakan vertikal yaitu lubang baglog di hadapkan ke atas. Sedangkan yang kedua yaitu peletakan horizontal, yang mana lubang baglog di hadapkan ke samping.

Jika kita meletakkan baglog secara horizontal maka hal ini akan dapat membuat baglog aman dari paparan sinar matahari. Apabila di siram air yang berlebih, air tersebut tidak akan masuk ke dalam baglog. Selain itu juga pada saat musim panen kita akan lebih mudah memanen jamur pada baglog. Tapi dalam penyusunan nya akan menghabiskan banyak waktu dan akan memakan waktu yang cukup lama.

 

4. Cara Merawat Jamur Tiram

@budidayaid

Sebelum kalian menyusun baglog, sebaiknya buka cincin dan kertas penutup nya terlebih dahulu dan biarkan selama kira-kira 5 hari. Sesudah itu barulah ujung baglog tersebut dipotong agar memiliki ruang penyimpanan yang lebih luas. Biarkan selama 3 hari dan tidak perlu di siram.

Saat hendak melakukan penyiraman, lebih baik nya gunakan saja spray supaya yang keluar adalah kabut air bukan nya tetesan air. Semakin baik kabutnya maka jamurnya akan tumbuh semaik baik pula nantinya. Penyiraman ini dapat kalian lakukan sebanyak 2 sampai 3 kali dalam sehari, tergantung pada kondisi dan suhu kelembaban dalam kumbung atau rumah jamur.

 

5. Pengendalian Hama

Dalam budidaya jamur tiram, tidak hanya baglog saja yang perlu dirawat, tapi kalian juga harus melakukan perawatan lain seperti pencegahan dan pengendalian hama yang dapat membuat jamur tiram berpenyakit sewaktu-waktu. Beberapa faktor yang bisa menimbulkan hama dan penyakit pada jamur tiram diantarnya yaitu kondisi lingkungan maupun kondisi dari dalam tubuh jamur itu sendiri.

Artikel Terkait : Penjelasan Lengkap 5 Lapisan Atmosfer Bumi

Baca Juga :  Contoh Laporan Kunjungan Industri

Maka dari itu kalian harus rajin untuk membersihkan tempat budidaya jamur itu sendiri, salah satu caranya yaitu dengan menyemprotkan cairan pengawet seperti formalin ke tempat sekitar rumah jamur.

 

6. Panen Budidaya Jamur Tiram

Terdapat beberapa indikator yang harus kita perhatikan saat akan memanem jamur tiram. Diantaranya yaitu permukaan jamur sudah ditutupi secara menyeluruh oleh miselium, jamur sudah mekar dan membesar, ujung-ujungnya sudah tampak meruncing, tudungnya belum pecah warnanya masih putih. Yang perlu kalian ketahui bahwa apabila masa panen sudah melewati setengah hari, warna jamur tiram akan berubah menjadi kuning kecoklatan dan tudungnya pecah.

Jika sudah begini kondisi jamur akan cepat layu dan tidak akan bisa bertahan lama. Waktu proses panen juga harus tepat sesuai dengan jadwal. Jarak waktu dari panen pertama ke panen berikutnya berkisar antara 2 sampai 3 minggu. Apabila perawatan jamur sesuai dengan prosedur maka kalian dapat memanennya sebanyak 5 hingga 8 kali.

Itulah beberapa cara dalam melakukan pembudidayaan jamur tiram. Semoga dapat menambah pengetahuan dan wawasan kalian mengenai cara budidaya jamur tiram, terlebih bagi kalian yang ingin memulai usaha budidaya jamur tiram.

tanam jamur tiram di tempat terbuka
Related posts: