Cara Budidaya Buah Tin

Posted on

Pernahkah kalian mendengar tentang buah tin? Atau bahkan kalian masih belum tahu apa itu buah tin sebenarnya? Buah tin atau buah ara merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat menghasilkan buah atau berbuah yang mana buah nya dapat di konsumsi atau di makan.

Buah tin ini memiliki bentuk yang cukup unik dari buah lainnya dan juga memiliki rasa yang manis. Buah tin ini memiliki banyak kandungan nutrisi dan juga sangat kaya sekali akan gizi yang sangat baik sekali bagi kesehatan tubuh kita.

@jabar.tribunnews

Buah tin bahkan di percaya mampu untuk mengatasi berbagai macam penyakit kronis yang susah di sembuhkan seperti hipertensi, kolesterol, kencing manis, penyakit hati, sesak nafas (asma), serta beberapa penyakit lainnya yang susah untuk di sembuhkan.

Buah tin ini memiliki nama latin Ficus Carica, dimana buah ini adalah salah satu jenis tanaman yang berasal dari wilayah negara Arab. Namun kini buah tin ini juga banyak di tanam serta di budidayakan di negara-negara benua Eropa, Asia, Australia.

Nama buah tin ini sendiri berasal dari bahasa Arab yang dikenal juga dengan nama buah Ara. Tumbuhan tin ini sebetulnya masih termasuk ke dalam keluarga pohon beringin dari genus yang sama yaitu Ficus. Pohon tumbuhan tin ini dapat tumbuh hingga mencapai 10 meter dengan bagian batangnya yang lunak dengan warna kebau-abuan.

Artikel Terkait : Cara Memutihkan Wajah Pria

Sementara bagian daunnya agak besar dengan melekuk ke dalam dengan 3-5 cuping. Sedangkan yang disebut dengan buahnya yaitu sebenarnya adalah dasar bunga yang membentuk bulatan dengan ukuran panjang buahnya sekitar 3-5 cm.

Buah tin ini mempunyai warna hijau pada saat masih muda atau belum matang dan akan berwarna ungu apabila telah matang atau masak. Karena memiliki berbagai manfaat dan khasiat bagi kesehatan, maka buah tin ini pun juga sudah mulai banyak di budidayakan oleh manusia.

Baca Juga :  Macam Warna Urine dan Kaitannya Dengan Kesehatan

Dan sebenarnya cara membudidayakan buah tin ini tidaklah sulit. Nah berikut ini akan saya berikan cara-cara yang bisa kalian lakukan jika ingin membudidayakan buah tin ini.

Cara Budidaya Buah Tin

Ada 2 cara yang bisa kalian pilih dalam budidaya buah tin. Yaitu dengan cara cangkok dan cara stek batang. Berikut akan saya berikan sedikit penjelasannya mengenai kedua cara tersebut.

1. Budidaya Dengan Cara Cangkok

@buah-ara.blogspot

Menanam buah tin dapat di lakukan dengan cara mencangkok pohon tin ini. Berikut adalah tahapan dalam mencangkok buah tin yang baik dan benar.

1. Pilihlah pohon tin yang memiliki bagian batang yang masih muda dan kulitnya berwarna hijau. Hal ini karena pohon tin yang masih muda dan memiliki kulit yang masih berwarna hijau ini akan dapat tumbuh dengan lebih cepat dan juga akan bisa menghasilkan banyak buah tin.

2. Setelah itu siapkan plastik transparan dan juga cocopeat atau sabut kelapa yang masih murni.

3. Lalu balut atau tutupi bagian batang pohon tin yang akan di cangkok ini dengan menggunakan cocopeat atau sabut kelapa tadi yang sbeelumnya telah di bungkus dengan menggunakan plastik transparan tersebut.

4. Panjang cangkokan cukup dengan ukuran 10 hingga 15 cm saja, dan usahakan jangan lebih dari ukuran tersebut.

5. Kemudian ikat media cangkok pada bagian pangkal dan ujungnya dengan memakai tali rafia.

6. Setelah itu siramlah media cangkok tersebut dengan rutin setiap hari. Cara penyiramannya yaitu di lakukan melewati celah-celah yang telah dibuat sebelumnya.

7. Kemudian setelah 30 sampai 45 hari cangkok tersebut akan mulai memiliki banyak peranakan. Hal ini berarti bahwa cangkok sudah dapat di potong dan juga bisa di pindahkan ke media normal.

Baca Juga :  Perbedaan Imunitas Aktif dan Imunitas Pasif Pada Tubuh Manusia

2. Budidaya Dengan Cara Stek Batang

@bibitbunga

Kemudian cara lain yang bisa dilakukan untuk menanam buah tin ini yaitu adalah dengan cara stek batang. Berikut ini langkah-langkahnya dalam menanam buah tin dengan cara stek batang yang baik dan benar.

1. Pertama potonglah bagian batang atau cabang dari pohon tin yang telah berumur cukup lama. Ciri-ciri dari tanaman tin yang telah berumur ini yaitu adalah pohonnya sudah berwarna coklat atau keunguan dengan ukuran batang mencapai ukuran 10 sampai 15 cm.

2. Untuk batang yang akan akan di stek ini harus di potong dengan posisi miring atau bentuk miring.

3. Kemudian setelah stek ini siap, selanjutnya semai pohon tin ini di tempat persemaian yang sudah di beri pasir atau cocopeat murni di dalamnya.

4. Sementara itu bagian atas pada pohon tin yang di jadikan sebagai bahan stek ini harus di lapisi dengan menggunakan lilin. Hal ini bertujuan untuk mencegah supaya tidak terjadi kebusukan.

5. Setelah itu siramlah pohon tin hasil stek tersebut secara rutin setiap hari untuk menjaga kondisi tanah supaya tetap lembab dan tidak mudah kering.

6. Kemudian setelah selama kurang lebih 45 hari, pohon tin hasil stek tadi akan memiliki banyak batang. Hal ini berarti bahwa pohon tintersebut sudah siap untuk di pindahkan menuju ke lahan baru.

Bibit dari tanaman buah tin baik itu hasil dari cangkokan maupun hasil dari stek lebih baik untuk di tanam di dalam sebuah pot saja. Untuk menanamnya di dalam pot kalian harus menyiapkan campuran tanah, cocopeat, kotoran kambing, dan sekam mentah dengan perbandingan 1:1.

Baca Juga :  Pengertian dan Fungsi Epiglotis

Cara Perawatan Pohon Tin

Tanaman tin ini sama seperti tanaman yang tumbuh di wilayah padang pasir lainnya yang memerlukan banyak sinar matahari. Berikut cara dalam merawat buah tin agar bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik.

Artikel Terkait : Manfaat Jahe

  • Cahaya Matahari
@floridapolitics

Tanaman ini memerlukan sinar matahari yang sangat banyak, seperti did aerah asalnya. Oleh sebab itu letakkan tanaman ini di tempat terbuka agar terkena sinar matahari sepanjang hari.

  • Penyiraman
@greatist

Karena berasal dari wilayah padang pasir yang panas dan gersang, maka buah tin ini sebenarnya tidak memerlukan banyak air untuk dapat tumbuh dengan baik. Kalian bisa melakukan penyiraman setiap 3 atau 4 hari sekali saja dengan teratur.

  • Pemupukan
@istockphoto

Tanaman ini pada masa awal penanam hanya memerlukan pupuk dengan jenis pupuk daun dengan dosis yang secukupnya saja. Tapi setelah berusia 2 tahun atau lebih maka barulah tanaman tin ini harus diberi pupuk dengan jenis pupuk kandang. Hal ini bertujuan supaya daun pada tanaman tin ini tidak mudah rontok dan juga supaya untuk mempercepat proses pembuahan.

  • Mengatasi Hama dan Penyakit
@cityofgastonia

Untuk mencegah penyakit dan hama pada tanaman ini, kalian harus secara rajin menggunting atau memotong bagian daun yang sudah kering dan menguning. Karena daun yang telah kering ini banyak mengandung virus yang dapat menular ke daun lainnya supaya daun lainnya tidak ikut kering dan tumbuhan tin dapat melakukan fotosintesis dengan baik.

mencangkok pohon tin
Related posts: