Biografi Khalifah Abu Bakar

Posted on

Abu Bakar atau yang lebih dikenal dengan nama Abu Bakar Ash Shiddiq merupaan salah satu sahabat utama Nabi, sekaligus menjadi khalifah pertama setelah Nabi Muhammad meninggal dunia. Beliau juga merupakan salah satu pemeluk agama Islam mula-mula.

Sebagai seorang pemeluk agama Muslim mula-mula maka Abu Bakar telah mengambil peranan besar di dalam penyebaran agama Islam pada waktu itu. Yang mana ia mampu mengislamkan banyak orang yang kemudian menjadikan orang-orang tersebut sebagai tokoh penting di dalam sejarah penyebaran agama Islam di dunia, diantaranya yaitu adalah seperti Utsman bin Affan, yang kemudian menjadi khalifah ketiga.

Ia pun juga mendampingi Nabi Muhammad pada saat hijrah menuju ke Madinah, dan ia juga sangat dekat dan sangat setia sekali kepada Nabi Muhammad pada waktu itu. Lalu tahukah kalian semua tentang kisah hidup dari Abu Bakar ini?

Nah buat kalian semua yang belum tahu kisah hidup atau cerita hidup dari Abu Bakar, maka disini akan saya berikan sedikit informasi mengenai biografi Abu Bakar.

Biografi Abu Bakar

@ulamaku

Abu Bakar lahir dengan nama asli Abdul Ka’bah di kota Mekah sekitar tahun 573. Ia berasal dari sebuah keluarga kaya di dalam Bani Taim. Ayahnya bernama Uthman Abu Quhafa dan ibu nya bernama Salma binti Sakhar.

Abu Bakar menjalani masa kecilnya sama seperti anak-anak Arab lainnya yang hidup diantara suku Badui yang menyebut diri mereka dengan nama Ahl-i-Ba’eer atau rakyat unta. Sewaktu kecil Abu Bakar sangat suka sekali bermain dengan unta dan kambing, karena saking cintanya sama unta, maka ia diberi nama “Abu Bakar” yang berarti ayahnya unta.

Pada saat ia berusia 10 tahun, ia pergi ke Suriah bersama dengan ayahnya dan kafilah dagang, nabi Muhammad yang pada saat itu berusia 12 tahun juga ikut pergi bersama dengan kafilah tersebut. Kemudian setelah berusia 18 tahun Abu Bakar mulai pergi untuk berdagang, ia menjadi seorang pedagang kain yang memang sudah merupakan bisnis keluarganya.

Di dalam tahun-tahun berikutnya Abu Bakar mulai sering bepergian dengan kafilahnya ini, dan perjalanan bisnisnya ini membawanya ke berbagai tempat seperti ke Suriah, Yaman, dan beberapa tempat lainnya.

Seiring berjalannya waktu bisnisnya ini semakin berkembang dan hal ini mempengaruhi kehidupan sosialnya juga. Sama seperti dengan anak dari keluarga kaya lainnya, Abu Bakar merupakan seorang yang terpelajar (bisa membaca dan menulis).

Masuk Islam

 

Baca Juga :  7 Tips Dan Cara Mendidik Anak Agar Cerdas Sejak Dini
@jogja.tribunnews

Suatu ketika pada saat Abu Bakar baru saja kembali dari perjalanan bisnisnya dari Yaman, Abu Bakar diberitahu sesuatu hal atau cerita oleh teman-temannya. Teman-teman Abu Bakar berkata bahwa pada saat Abu Bakar tidak sedang berada di Mekah, Muhammad menyatakan dirinya bahwa ia merupakan seorang utusan Allah.

Setelah itu kemudian Abu Bakar pun mengikuti ajaran Muhammad dan menjadi pemeluk agama Islam mula-mula. Sejak saat itu ia mulai mendakwahkan ajaran agama Islam ini kepada banyak orang-orang yang ada disekitarnya.

Abu Bakar pun kemudian menikah dengan seorang wanita yang bernama Qutaylah bint Abd-al-Uzza. Namun ia tidak mau menerima ajaran agama Islam, sehingga Abu Bakar menceraikan istrinya tersebut. Kemudian Abu Bakar menikah lagi dengan seorang perempuan lain yang bernama Ummi Ruman yang akhirnya mau menjadi mualaf. Begitu juga halnya dengan semua anak-anak Abu Bakar yang mau menerima agama Islam dan masuk Islam.

Dengan masuknya Abu Bakar menjadi seorang Muslim ini maka ia juga telah berhasil untuk membuat banyak orang masuk Islam. Abu Bakar membujuk teman-teman dekatnya untuk masuk Islam sehingga sejak saat itu mulai banyak teman-temannya yang mengikuti ajaran dan bujukan Abu Bakar untuk masuk Islam.

Peran Abu Bakar Dalam Menyebarkan Islam

 

@kumparan

Pada saat nabi Muhammad menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, ia pun pindah dan hidup dekat dengan Abu Bakar. Yang mana pada saat itu Muhammad menjadi tetangga Abu Bakar. Semenjak saat itulah mereka memiliki hubungan yang baik, dan sama-sama berjuang untuk menyebarkan agama Islam.

Baca Juga :  Contoh Teks Prosedur Membuat Makanan

Terlebih setelah meninggalnya Muhammad, Abu Bakar menjadi khalifah Islam untuk pertama kali, yang mana ia menggantikan kepemimpinan Muhammad pada tahun 632-634. Hal ini bermula pada saat sebelum Muhammad meninggal dunia, Abu Bakar sempat ditunjuk sebagai pengganti Imam untuk Shalat Subuh oleh Rasul.

Sejak kejadian saat itulah banyak orang yang beranggapan bahwa Nabi Muhammad menginginkan agar Abu Bakar menjadi penggantinya sebagai pemimpin umat Islam atau yang lebih dikenal dengan Khalifah Islam pertama setelah dirinya. Tapi pada saat itu terjadi perselisihan akibat Abu Bakar menjadi pemimpin ini.

Dimana orang-orang yang berasal dari kalangan Syiah ini mendukung Ali bin abi Thalib untuk menjadi khalifah pertama setelah meninggalnya Nabi Muhammad, karena Ali bin Abi Thalib juga pernah ditunjuk oleh Nabi Muhammad. Tapi perdamaian tersebut bisa terjadi karena Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa Abu Bakarlah yang lebih cocok untuk menjadi khalifah pertama, karena Ali bin Thalib menilai bahwa usianya lebih muda dari Abu Bakar dan Abu Bakar juga termasuk seorang yang sangat dekat sekali dengan Muhammad sehingga Abu Bakar lebih cocok untuk menjadi khalifah pertama.

Pada saat Abu Bakar menjabat menjadi khalifah pertama sempat terjadi peperangan yang meresahkan kaum Muslim pada waktu itu yang dilakukan oleh beberapa suku Arab yaitu kaum Hijaz dan Nejad. Yang mana kaum-kaum ini membangkang terhadap pemerintahan Abu Bakar.

Baca Juga :  Contoh Pasar Persaingan Sempurna [Pengertian Dan Karakteristik]

Mereka tidak mau membayar zakat, serta tak sedikit juga dari mereka yang kembali melakukan pemurtadan dan juga kembali menyembah berhala. Hal ini terjadi karena orang-orang dari kaum tersebut belum dapat menerima ajaran selain dari ajaran nabi Muhammad sehingga mereka memberontak dan meninggalkan ajaran Islam.

Abu Bakar pun akhirnya menyatakan perang kepada kaum tersebut. Pada saat perang tersebut banyak sekali para penghafal Al-quran yang mati syahid. Kemudian Abu Bakar pun memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk menuliskan Al-quran ke dalam sebuah lembaran pada waktu itu.

Hingga pada akhirnya Abu Bakar meninggal dunia di tahun 634 M di kota Madinah. Abu Bakar meninggal pada saat berusia 61 tahun karena sakit. Abu Bakar kemudian dimakamkan di samping makam Nabi Muhammad di rumah Aisyah, tak jauh dari Masjid Nabawi.

Related posts: