Written by 5:03 pm Pendidikan

Bagaimana Bayar Fidyah Puasa

Saat sedang dalam bulan puasa, sering kali kita akan menemui atau menjumpai beberapa orang-orang yang tidak bisa atau tidak mampu untuk mengerjakan ibadah puasa wajibnya ini karena beberapa hal tertentu. Namun tentu saja di dalam ajaran agama Islam ini ada beberapa pandangan yang menyebutkan bahwa ada beberapa kelompok orang yang memang diijinkan atau diperbolehkan untuk tidak menjalankan ibadah puasa wajib nya ini.

Namun tentu saja ada konsekuensi atau penggantinya yang harus dibayarkan oleh seorang Muslim yang tidak menjalankan kewajiban puasa nya ini.

“(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS. Al-Baqarah: 184).

Berdasarkan dengan ayat yang tertera di atas, maka untuk orang-orang yang tidak bisa mengerjakan puasanya maka ia diwajibkan untuk membayar fidah yang diberikan untuk orang miskin.

Apa Itu Fidyah ?

@wahdah

Fidyah atau fidaa atau fida’ merupakan sebuah cara bagi seorang Muslim untuk memberikan tebusan kepada seseorang, yang mana maka orang tersebut akan bisa menolong atau menyelamatkannya. Di dalam kitab-kitab fiqih, istilah fidyah ini dikenal dengan istilah “ith’am” yang berarti memberi makan. Sehingga dengan demikian maka bisa diartikan bahwa fidyah untuk orang yang berpuasa ini merupakan sesuatu yang harus diberikan kepada orang miskin, berupa makanan sebagai pengganti karena ia telah meninggalkan puasanya.

Ukuran Fidyah

@wanista

Terdapat beberapa perbedaan pendapat antara ulama tentang berapa banyak jumlah fidyah yang harus dibayarkan atau diberikan oleh seorang Muslim yang meninggalkan puasanya. Berikut ini akan saya berikan sedikit penjelasannya tentang takaran atau ukuran pembayaran fidyah menurut pendapat beberapa orang ulama.

1. Satu Mud

Sebagian ulama seperti Imam As-Syafi’I, Imam Malik dan Imam An-Nawawi menetapkan bahwa ukuran fidyah yang harus dibayarkan kepada setiap 1 orang fakir miskin adalah 1 mud gandum sesuai dengan ukuran mud Nabi shalallahu‘alaihi wasallam.

Maksudnya mud adalah telapak tangan yang ditengadahkan ke atas untuk menampung makanan (mirip orang berdoa). Mud adalah istilah yang menunjuk ukuran volume, bukan ukuran berat. Dalam kitab Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu disebutkan bila diukur dengan ukuran zaman sekarang, 1 mud setara dengan 675 gram atau 0,688 liter.

2. Dua Mud atau Setengah Sha’

Sebagian ulama yang lain seperti Abu Hanifah berpendapat ½ sha’ atau 2 mud gandum dengan ukuran mud Rasulullah shalallahu‘alaihi wasallam atau setara dengan setengah sha‘ kurma atau tepung. Setara dengan memberi makan siang dan makan malam hingga kenyang 1 orang miskin.

Sebagian ulama mengatakan dua mud ini setara dengan kira-kira ½ sha’ beratnya 1,5 kg dari makanan pokok. Telah disebutkan dalam fatwa Lajnah Daimah: “Kapan saja dokter memutuskan bahwa penyakit yang diderita seseorang yang karenanya tidak berpuasa tidak bisa diharapkan kesembuhannya, maka dia boleh tidak berpuasa dan wajib memberi makan untuk setiap harinya 1 orang miskin sejumlah setengah sha’ dari makanan pokok suatu negeri seperti kurma atau yang lainnya, jika telah memberi makan seorang miskin sejumlah hari-hari yang ditinggalkan maka itu telah mencukupi”.

3. Satu Sha’

Ini adalah pendapat dari kalangan Hanafiyah, seperti Imam Al-Kasani dalam Bada’i’i wa As-Shana’i’. Satu sha’ itu setara dengan 4 mud, sama dengan jumlah zakat fitrah yang dibayarkan. Bila ditimbang, 1 sha‘ itu beratnya 2.176 gram. Bila diukur volumenya, 1 sha‘ setara dengan 2,75 liter.

Cara Membayar Fidyah

@cnnindonesia

Fidyah ini biasanya dibayarkan atau diberikan kepada para fakir miskin sesuai dengan jumlah hari yang telah ditinggalkannya. Yaitu satu fidyah untuk satu hari untuk satu fakir miskin, yang mana pemberiannya ini bisa dilakukan sekaligus.

Misalnya yaitu saat kalian meninggalkan puasa selama 10 hari maka kalian hanya cukup untuk membayarkan 10 porsi makanan kepada 10 orang miskin atau fakir miskin saja. Atau bisa juga dengan cara diberikan kepada 1 orang fakir miskin saja sebanyak 10 hari.

Namun ada sebagian ulama yang menentang atau melarang pembayaran fidyah dengan cara membayar fidyah dengan cara memberikan seluruh fidyah kepada 1 orang fakir miskin saja ini. Akan tetapi Imam Nawawi rahimahullah di dalam kitab Al-Majmu’ ini membolehkan nya atau mengijinkannya untuk melakukan pembayaran fidyah dengan cara ini.

Begitu juga dengan Al Mawardi yang mengatakan “Boleh saja untuk mengeluarkan atau membayarkan fidyah ini kepada satu orang fakir miskin sekaligus. Sebab hal ini tidak akan menimbulkan perselisihan diantara para ulama.”

Waktu Pembayaran Fidyah

@sangpencerah

Nah untuk waktu kapan fidyah dibayarkan ini ada beberaap pendapat atau beberapa opsi mengenai waktu kapan pembayaran fidyah ini. Yang mana ada yang memperbolehkan untuk membayar fidyah pada hari itu juga, yaitu pada saat seseorang Muslim tersebut tidak melaksanakan atau mengerjakan puasa.

Atau ada juga yang memperbolehkan untuk membayarkan fidyahnya sampai hari terakhir di bulan Ramadhan. Yang mana hal ini seperti yang dilakukan oleh sahabat Anas bin Malik pada waktu ia sudah tua. Sementara yang tidak diperbolehkan dalam waktu pembayaran fidyah ini yaitu adalah waktu pembayaran fidyah yang dilakukan sebelum Ramadhan.

Misalnya yaitu ada seorang Muslim yang sedang menderita sakit yang mana penyakitnya ini tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya atau dengan kata lain penyakitnya cukup parah sehingga tidak akan mungkin untuk sembuh. Lalu pada saat bulan Sya’ban tiba, ia telah terlebih dahulu membayar fidyah.

Nah hal seperti inilah yang tidak diperbolehkan. Sebab jika ingin membayar fidyah maka ia harus menunggu hingga bulan Ramadhan benar-benar telah masuk dan barulah ia diperbolehkan untuk membayar fidyah pada hari itu juga atau bisa juga ditumpuk di akhir Ramadhan.

Last modified: September 15, 2020

Title : Bagaimana Bayar Fidyah Puasa
Deskripsi :