Asal Usul Kristen Ortodoks Syiria

Posted on

Tahukah kalian semua bahwa agama Kristen ini juga memiliki beberapa aliran atau sekte yang berbeda-beda. Salah satunya yang sempat menjadi viral beberapa waktu belakangan ini yaitu adalah ajaran dari Kristen Orthodoks Syria. Sekte Kristen Orthodoks Syria ini merupakan aliran dari agama Kristen yang mempunyai tampilan luar seperti agama Islam.

Bagaimana bisa demikian? Sebab para penganut aliran Kristen Orthodoks Syria ini melakukan cara-cara yang juga dilakukan di dalam agama Islam. Misal nya yaitu para penganut ajaran Kristen Orthodoks Syria ini memakai peci bagi para pria dan menggunakan hijab bagi para wanita.

Selain itu ajaran dari Kristen Orthodoks Syria ini juga melakukan ibadah yang sama persis dengan yang dijalankan oleh umat Muslim, yaitu seperti shalat dan berhaji walaupun tata caranya tidak sama.

Lalu sebenarnya seperti apakah ajaran Kristen Otrthodoks ini? Dan apa bedanya dengan ajaran Kristen yang lain pada umumnya? Berikut akan saya berikan beberapa penjelasan mengenai aliran ajaran Kristen Orthodoks Syria.

Mengenal Ajaran Kristen Orthodoks

@muslimedianews

Di dalam sejarah disebutkan bahwa paham ajaran mengenai orthodoks ini timbul karena akibat dari adanya perselisihan antara Gereja Alexandria, Gereja Roma, dan Kaisar Konstantinopel. Perselisihan ini telah berlangsung sejak lama, dan kemudian mencapai puncaknya di masa Kaisar Bizantium Marqilanus di tahun 450 – 458 Masehi.

Lebih tepatnya di tahun 451 Masehi diadakan Majma Khalkaduniyah (Konsili Kalkedonia) di dalam hal ketuhanan. Konsili ini pada akhirnya menimbulkan sebuah perpecahan yang terjadi diantara gereja-gereja yang kemudian susah untuk dipersatukan kembali. Dan semenjak inilah umat Kristen terpecah menjadi 2 (dua) kubu atau bagian.

Kubu yang pertama yang berpusat di Roma dan Bizantium yang mengakui bahwa Tuhan Yesus Kristus memiliki dua sifat yaitu sebagai Tuhan dan manusia. Kelompok ini yang kemudian dikenal dengan agama Kristen dan Katolik. Sementara di pihak kubu lainnya yang berpusat di Alexandria yang memegang teguh sifat tunggal Tuhan Yesus Kristus. Yang mana kelompok ini tidak setuju dengan pemahaman orang di kubu seberang yang beranggapan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan sekaligus manusia. Kelompok inilah yang kemudian disebut dengan Orthodoks.

Baca Juga :  Ucapan Selamat Ulang Tahun Kristen Yang Bagus

Nama Orthodoks sendiri digunakan karena memiliki arti sebagai penganut ajaran agama yang dianggap benar dan yang asli. Oleh sebab itulah para penganut ajaran Orthodoks ini mencoba untuk hidup dengan benar sesuai dengan tuntutan awal dari kelahiran agamanya ini. Penganut Orthodoks sendiri terdiri dari beberapa subkelompok yang berdasarkan dengan persamaan kultur, budaya, bahasa, maupun bangsa.

Oleh sebab itu ada beberapa jenis subkelompok dalam agama Kristen Orthodoks ini yaitu seperti Syrian, Armenian, dan Habasah. Penganut ajaran Kristen Orthodoks Syria ini mengklaim bahwa mereka memiliki bukti sejarah tentang Injil yang pertama berbahasa Arab Syria. Dan para penganut ajaran Kristen Orthodoks Syria ini pantang untuk menyebut Isa Almasih sebagai Yesus seperti yang dilakukan oleh penganut Kristen maupun Katolik.

Yang mana para penganut ajaran Kristen Orthodoks Syria lebih suka untuk menyebut Yesus dengan al-Masih atau Sayyidina Isa al-Masih&emdash. Kitab yang digunakan oleh penganut ajaran Kristen Orthodoks Syria sendiri merupakan Injil yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab pada tahun 643 Masehi.

Agama Kristen Orthodoks ini sendiri juga memiliki kemiripan pada salah satu aliran Kekristenan, yaitu agama Katolik. Dimana sama seperti dengan para penganut agama Katolik, penganut agama Kristen Orthodoks ini juga mempunyai kepemimpinan terpusat, yang mana hanya ada satu jabatan tertinggi yang dipegang oleh satu orang dari agama tersebut.

Baca Juga :  17 Kutipan Johnny Depp Tentang Hidup

Hal ini berarti di dalam agama Katolik pemimpinnya yaitu adalah seorang Paus, sedangkan pada Kristen Orthodoks pemimpin nya disebut dengan Patriarkh. Gaya hidup para penganut Kristen Orthodoks ini nampaknya mengikuti ajaran yang ada di Perjanjian Lama yang ada di Alkitab.

Yaitu seperti yang sudah saya sebutkan tadi bahwa wanita akan menggunakan hijab, yang mana di dalam Alkitab Perjanjian Lama disebutkan bahwa wanita yang berambut pendek dianjurkan untuk memakai penutup kepala, sedangkan wanita yang berambut panjang tak perlu memakainya karena rambut panjangnya sudah menutupi kepalanya. Selain itu wanita penganut Kristen Orthodoks ini juga kana menutupi seluruh tubuhnya sampai ke mata kaki.

Selain itu mereka juga akan melakukan puasa, namun puasanya dilakukan selama 40 hari dengan menerapkan cara yang sama seperti puasa yang dilakukan oleh orang Kristen. Dan di dalam ajaran Kristen Orthodoks ini mereka juga mengenal puasa Rabu Jumat, yang mana puasa ini bertujuan untuk mengenang pengorbanan Yesus Kristus. Ajaran Kristen Orthodoks juga mengajarkan untuk melakukan zakat seperti ajaran dalam Islam.

Namun mereka juga mengajarkan untuk sebagian uang mereka untuk perpuluhan yang benar sesuai dengan pendapatan mereka tiap bulannya, yang mana hal ini sama dengan ajaran Kristen.

Perkembangan Kristen Orthodoks Syria Di Indonesia

@rovylicious.blogspot

Perkembangan ajaran Kristen Orthodoks Syria di Indonesia sendiri diperkenalkan secara resmi oleh Bambang Noorsena, SH pada tahun 1997. Ia sebelumnya adalah seorang jemaat di Gereja Kristen Jawi Wetan yang ada di Malang. Setelah sebelumnya selama 2 tahun ia berkeliling ke Timur Tengah. Ia bertujuan untuk melacak jejak historis gereja Anthiokhia Purba yang diceritakan di dalam Alkitab. Dan disana ia menemukan ajaran Kristen Orthodoks Syria ini.

Baca Juga :  Contoh Spanduk Buka Puasa Bersama [GAMBAR]

Disini ia merasa bahwa ajaran dari Kristen Orthodoks Syria ini menjadi sebuah jembatan yang menghubungkan antara agama Kristen dan Islam yang banyak dianut oleh masyarakat Indonesia. Ia berguru secara khusus kepada Mar Ignatius Zaka al Awwal al Uwaus yang merupakan seorang Patriarkh Anthiokhia dan wilayah Timur.

Berdasarkan dengan Konstitusi Kristen Orthodoks Syria, aliran ini memiliki 20 keuskupan yang tersebar di seluruh dunia. Sementara di Indonesia sendiri masih belum ada pemimpin dari aliran Kristen Orthodoks Syria ini sebab mereka belum memiliki gereja. Yang ada di Indonesia hanya sebatas Syekhul Injil atau para penginjil.

Oleh karena itu jika seorang Indonesia ingin menjadi penganut ajaran Kristen Orthodoks Syria ini ia harus melakukan proses pembaptisan oleh Abuna Abraham Oo Men atau pusat pemimpin Kristen Orthodoks Syria yang ada di Singapura. Karena tidak memiliki tempat ibadah yang resmi maka para penganut ajaran Kristen Orthodoks Syria ini melakukan ibadahnya di hotel-hotel atau di rumah-rumah para penganutnya.

Dan hingga saat ini pengikut ajaran Kristen Orthodoks Syria ini sudah berjumlah ratusan jumlahnya di Indonesia. Namun aliran agama ini masih belum tercatat secara resmi di negara sebagai bagian dari aliran ajaran Kristen yang resmi.

Related posts: