Arti Simpati dan Empati Serta Contohnya

Posted on

Max Weber mengatakan, “Perasaan simpati itu bisa juga disampaikan kepada seseorang atau kelompok orang atau suatu lembaga formal pada saat-saat khusus. Misalnya apabila perasaan simpati itu timbul dari seorang pria terhadap seorang wanita atau sebaliknya kelak akan menimbulkan perasaan cinta kasih atau kasih sayang”. Sedangkan menurut Gillin, “Simpati merupakan proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihaklain. Dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya”.

Arti Simpati dan Empati Serta Contohnya

Penjelasan Simpati

@chopra

Simpati adalah suatu proses seseorang merasa tertarik terhadap pihak lain, sehingga mampu merasakan apa yang dialami, dilakukan dan diderita orang lain. Dalam simpati, perasaan memegang peranan penting. Simpati akan berlangsung apabila terdapat pengertian pada kedua belah pihak. Simpati lebih banyak terlihat dalam hubungan persahabatan, hubungan bertetangga, atau hubungan pekerjaan. Seseorang merasa simpatidari pada orang lain karena sikap, penampilan, wibawa, atau perbuatannya.

Misalnya, mengucapkan selamat ulang tahun pada hari ulang tahun merupakan wujud rasa simpati seseorang. Menurut Soerjono Soekanto, “Simpati adalah proses seseorang merasa tertarik dengan orang lain. Agar dapat berlangsung, diperlukan adanya pengertian antara kedua belah pihak”.

Artikel Terkait : 7 Cara Membuat Mantan Menyesal dan Ingin Kembali

Sikap simpati lebih cenderung pada rasa belas kasihan, tetapi tidak dinyatakan dalam sikap yang konkret untuk menolong. Simpati akan dapat berkembang jika terdapat saling pengertian dari kedua belah pihak. Simpati disampaikan kepada seseorang pada saat-saat tertentu, bisa saat bergembira bisa pula saat bersedih

Arti Empati

 

Empati didefinisikan sebagai respon afektif dan kognitif yang kompleks pada distresemosional orang lain. Empati termasuk kemampuan untuk merasakan keadaan emosional orang lain, merasa simpatik dan mencoba menyelesaikan masalah dan mengambil perspektif orang lain. Kata empati dalam bahasa inggris (Empathy ) ditemukan pada tahun 1909 oleh E.B. Titchener sebagai usaha dari menerjemahkan kata bahasa Jerman”Einfühlungsvermögen”, fenomena baru yang dieksplorasi oleh Theodor Lippspada akhirabad 19. Setelah itu, diterjemahkan kembali ke dalam Bahasa Jerman sebagai “Empathie”dan digunakan di sana

Freud mengatakan bahwa “Empati didefinisikan sebagai memahami orang yangtidak memiliki makna emosional bagi kita”. Empati adalah kemampuan dengan berbagaidefinisi yang berbeda yang mencakup spektrumyang luas, berkisar pada orang lain yang menciptakan keinginan untuk menolong, mengalami emosi yang serupa dengan emosi orang lain, mengetahui apa yang orang lain rasakan dan pikirkan, mengaburkan garis antara diri dan orang lain.

Photo by Madi Robson on Unsplash

Simpati dan empati. Wajar saja, karena keduanya memang berurusan dengan emosi yang sama. Simpati dan empati berasal dari kata pathos (Yunani) yang artinya berhubungan dengan penderitaan dan perasaan. Meski terkesan mirip, inti dari keduanya berbeda. Saat Anda menunjukkan perasaan belas kasih atau rasa prihatin atas kejadian yang menimpa seseorang, itu adalah simpati.

Baca Juga :  Cara Melunasi Hutang Secara Kristen

Simpati bisa diibaratkan seperti penonton film. Kejadian yang menimpa seseorang ada di tempat yang jauh dan si penonton tak pernah mengalami kejadian serupa. Simpati adalah perasaan peduli dan perhatian pada seseorang. Dibandingkan dengan rasa kasihan, simpati menyiratkan rasa yang lebih besar pada bersamaan dengan keterlibatan pribadi yang lebih mendalam.

Namun, tidak seperti empati, simpati tidak melibatkan perspektif bersama atau emosi bersama. Simpati menyampaikan perhatian, tetapi tidak mengungkapkan kesedihan bersama.

Artikel Terkait : Kelebihan, Sifat, Gambar dan 9 Fakta Anak Pertama, Perlu Orang Tua Ketahui!

Empati adalah saat Anda menempatkan diri pada posisi orang tersebut dan berbagi kesedihan bersama. Empati adalah kemampuan untuk melihat situasi dari perspektif orang lain. Ini melibatkan sudut pandang, emosi, dan kesulitan yang dialami seseorang. Anda menempatkan diri pada posisi mereka dan merasakan apa yang mereka rasakan.

Bila seseorang tidak memiliki pengalaman serupa, kemungkinan besar ia memiliki simpati dan bukan empati.

Kasihan dan kasih sayang

@tamlyhoctinhyeu

Selain empati dan simpati, Anda juga harus bisa membedakan antara rasa kasihan dan kasih sayang yang sesungguhnya. Keempatnya bisa bereaksi terhadap penderitaan orang lain.

Rasa kasihan adalah perasaan ketidaknyamanan pada kesusahan seseorang dan seringkali memiliki nada merendahkan. Ini yang membuat orang tak suka dikasihani. Mengasihani orang lain tak selalu mengarah pada empati, simpati, atau kasih sayang. Rasa kasihan adalah semacam kesedihan simpatik atas kemalangan seseorang. Sedangkan, untuk keterlibatan yang mendalam, adalah kasih sayang. Pada dasarnya, kasih sayang dibangun dari empati dengan melibatkan komitmen yang jauh lebih besar untuk bantuan.

Kasih sayang melibatkan kemauan untuk terlibat secara pribadi, sementara kasihan biasanya tidak. Kasihan lebih banyak menonton daripada membantu, karena merasa tidak mampu, atau tidak berkewajiban untuk melakukannya.

Seringkali bingung dengan empati, kasih sayang memiliki unsur tambahan, yaitu keinginan untuk meringankan atau mengurangi penderitaan orang lain. Empati, seperti yang diketahui kebanyakan orang, adalah kemampuan untuk menempatkan diri di tempat orang lain.

Berhadapan dengan orang yang sedang mengalami masalah

@hellosehat

Saat berhadapan dengan orang yang sedang mengalami masalah, hal pertama yang harus dilakukan adalah mendengarkan. Kunci untuk menghibur seseorang yang terluka adalah mendengarkan. Karena hal terburuk yang bisa dilakukan saat seseorang sedang tertimpa musibah, adalah dengan memberikan nasihat. Tentu, maksud Anda baik, tetapi memberikan saran yang tidak diminta tidak pernah menjadi ide bagus. Orang yang sedang dalam masalah, hanya ingin merasa didengarkan dan dimengerti. Ini karena kondisi tersebut membuat seseorang lebih butuh dukungan emosional dibandingkan saran.

Baca Juga :  Kumpulan Lagu - Lagu Rohani Kristen [8 Lagu Favorite]

Hanya mendengarkan mungkin akan terasa canggung. Anda juga bisa bertanya, apa yang bisa dilakukan untuk membantu. Itu lebih baik daripada mengasumsikan dan melakukan hal yang salah. Anda juga bisa mengubah simpati menjadi empati dengan menemukan cara untuk berhubungan dengan apa yang mereka alami. Bila seorang teman mengalami kehilangan pekerjaan, coba temui perasaan penolakan mereka. Kedua kata ini memiliki perbedaan inti, simpati menggambarkan perasan belas kasih dan sayang atas kejadian yang menimpa seseorang, sedangkan empati dapat menempatkan diri pada posisi orang tersebut dan berbagi secara langsung kesedihan mereka tersebut.

Orang yang bersimpati bisa diartikan sebagai orang yang berbagi keprihatinan dan belasungkawa namun mereka secara terbuka mengakui bahwa mereka tidak memiliki pengetahuan langsung bagaimana perasaan mereka tentang kejadian tersebut.

Sedangkan empati artinya satu perasaan dimana seseorang benar-benar tahu perasaan dari suatu kejadian karena ia pernah berada dalam posisi itu. Simpelnya orang yang bersimpati atas kehilangan seseorang yang dicintai, berarti ia merasa belas kasih dan prihatin atas kehilangan itu tanpa mengetahui pasti bagaimana rasanya kehilangan, sedangkan berempati berarti seseorang mengetahui perasaaan tersebut.

Perasaan simpati dan empati, keduanya merupakan hal yang penting karena dapat membuat anda menjadi seseoarng yang penuh kasih yang dapat menawarkan kenyamanan dan dukungan yang relevan pada mereka yang membutuhkan.

Indikator Empati

Berempati tidak hanya dilakukan dalam bentuk memahami perasaan orang lain semata, tetapi harus dinyatakan secara verbal dan dalam bentuk tingkah laku.

Tiga ciri dalam berempati menurut Gazda dalam Asri Budiningsih (2004: 48) adalah:

1) Mendengarkan dengan seksama apa yang di ceritakan orang lain, bagaimana perasaannya, apa yang terjadi pada dirinya,

2) Menyusun kata-kata yang sesuai untuk menggambarkan perasaan dan situasi orang tersebut

3) Menggunakan susunan kata-kata tersebut untuk mengenali orang lain dan berusaha memahami perasaan serta situasinya.

Daniel Goleman (1997: 158) mengemukakan tiga ciri kemampuan empati yang harus dimiliki antara lain :

1) Mendengarkan pembicaraan orang lain dengan baik, artinya individu mampu memberi perhatian dan menjadi pendengar yang baik dari segala permasalahan yang di ungkapkan orang lain kepadanya.

2) Menerima sudut pandang orang lain, artinya individu mampu memandang permasalahan dari titik pandang orang lain sehingga akan menimbulkan toleransi dan kemampuan menerima perbedaan.

3) Peka terhadap perasaan orang lain, artinya individu mampu membaca perasaan orang lain dari isyarat verbal dan non verbal seperti nada bicara,ekspresi wajah, gerak-gerik dan bahasa tubuh lainnya.

T. Safaria (2005: 105) mengemukakan ciri atau indikator empati terdiri dari:

1) Ikut merasakan, merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.

Baca Juga :  Contoh Kalender Puasa 2018 [GAMBAR]

2) Dibangun berdasarkan kesadaran diri, ada kemauan dalam diri seseorang untuk peka terhadap perasaan orang lain.

3) Peka terhadap bahasa non verbal, seseorang dapat dikatakan berempati apabila orang tersebut mampu merasakan bahasa non verbal yang diperlihatkan oleh orang lain.

4) Mengambil peran, artinya seseorang mampu mengambil tidakan atas permasalahan yang sedang dihadapinya.

5) Tidak larut atau tetap control emosi diri, artinya seseorang dapat mengendalikan diri dalam membantu memecahkan masalah.

Berdasarkan uraian di atas, dapat di simpulkan beberapa indikator empati yaitu:

1) mendengarkan pembicaraan orang lain dengan baik, artinya individu mampu memberi perhatian dan menjadi pendengar yang baik dari segala permasalahan yang di ungkapkan orang lain kepadanya.

2) menerima sudut pandang orang lain, artinya individu mampu memandang permasalahan dari titik pandang orang lain sehingga akan menimbulkan toleransi dan kemampuan menerima perbedaan.

3) peka terhadap perasaan orang lain, artinya individu mampu membaca perasaan orang lain dari isyarat verbal dan non verbal seperti nada bicara, ekspresi wajah, gerakgerik dan bahasa tubuh lainnya.

Orang mengatakan bahwa empati adalah sebutan lain atau sinonim darikata simpati, namun sebenarnya simpati dan empati adalah dua hal yang berbeda. “Saya mengerti perasaan anda”, itu adalah contoh ungkapan simpati dan ketika kita berkata “Saya merasakan apa yang anda rasakan”, itu empati

Empati mirip perasaan simpati, akan tetapi tidak semata-mata perasaan kejiwaan saja, melainkan diikuti perasaan organisme tubuh yang sangat dalam, seolah-olah kitasendiri sedang mengalaminya. Contoh bila sahabat kita orang tuanya meninggal, kita sama-sama merasakan kehilangan. Empati bahkan lebih powerful jika kita pernah mengalami kejadian yang sama atau minimal orang terdekat dengan kita.

Contoh kita berempati dengan korban banjir karena orang tua atau rekan dekat pernah mengalami dan kita ikut dalam penanganannya. Walau begitu empati tidak harus pernah kita alami sendiri. Dengan simpati kita belum dikatakan bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain. Contohnya saat melihat teman yang sedang terpuruk bisnisnya kita bersimpati dengan menunjukkan kepedulian menanyakan alasan kebangkrutannya tapi kita belum bias berempati sepenuhnya untuk merasakan kepedihannya

Photo by Lifehack

Jadi, sekarang kita akan lebih mengambil keputusan untuk Simpati atau Empati? Kehidupan selalu berputar dan kita selalu dikelilingi oleh pilihan dan sikap apa yang kita pilih selanjutnya.

Related posts: