Alasan Mengapa Pesawat Bisa Terbang

Posted on

Pesawat merupakan salah satu alat transportasi udara jarak jauh yang bisa terbang di udara. Pernahkah kalian naik pesawat? Pesawat banyak sekali jenisnya, mulai dari pesawat penumpang sampai hingga pesawat yang digunakan untuk keperluan militer seperti helikopter dan juga pesawat tempur.

Yang tentunya semuanya mempunyai fungsi dan juga kegunaan nya masing-masing. Dengan adanya pesawat ini maka perjalanan manusia terutama ke jarak yang jauh di berbagai belahan dunia pun dapat dilakukan dengan mudah dan dengan efektif. Namun pernahkah anda berfikir sejenak mengapa pesawat bisa terbang ya? Atau bahkan pernahkah kalian dahulu pada waktu kecil pernah bertanya kepada orang tua kalian mengapa pesawat itu bisa terbang di atas awan dan tidak jatuh ke bawah.

@rd

Jika mungkin saat ini pertanyaan kalian tersebut masih belum terjawab, tenang saja sebab disini saya akan mencoba membantu kalian untuk menjawab pertanyaan tersebut tentang mengapa pesawat bisa terbang. Berikut ini adalah beberapa alasan mengenai mengapa pesawat bisa terbang.

Mengapa Pesawat Bisa Terbang ?

1. Tekanan Atmosfir

@youtube

Tekanan memang banyak sekali jenis dan macamnya, dan salah satunya yaitu adalah tekanan atmosfir. Tekanan atmosfir merupakan salah satu faktor penting yang menjadi penyebab dari perubahan cuaca, membantu mengangkat pesawat, serta menggerakkan beberapa bagian atau instrumen penting dalam penerbangan sebuah pesawat udara.

Artikel Terkait : Contoh Dialog Interaktif Singkat dan Panjang Serta Kesimpulannya

Beberapa instrumen penting penting dalam penerbangan yaitu adalah seperti altimeter (petunjuk ketinggian), indikator airspeed (kecepatan udara), indikator rate of climb (kecepatan menanjak), dan juga penunjuk tekanan manifold. Udara memang sangat ringan, tapi udara juga mempunyai massa yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi atau gaya tarik bumi ini.

Baca Juga :  Ciri-Ciri Negara Maju dan Negara Berkembang

Oleh sebab itu udara juga benda lainnya yang mempunyai berat serta memiliki gaya. Udara merupakan sebuah zat cair sehingga gaya yang dimilikinya akan bekerja bersama dan rata ke segala arah serta efek gaya yang ada pada udara inilah yang kemudian disebut dengan pressure atau tekanan.

Kepadatan udara ini juga mempunyai efek yang sangat berarti pada kemampuan sebuah pesawat untuk dapat terbang. Apabila kepadatan udara berkurang maka akan berakibat seperti berikut pada pesawat:

  • Berkurangnya tenaga, sebab mesin memperolah udara yang lebih sedikit
  • Berkurang nya thrust atau gaya dorong sebab efisiensi baling-baling pesawat ini akan menjadi berkurang pada kondisi udara yang tipis
  • Berkurangnya lift atau gaya angkat sebab udara yang sangat tipis juga hanya akan memberikan gaya yang lebih sedikit pada airfoil

2. Thrust

@airspacemag

Thrust atau gaya dorong ini harus selalu di gunakan dan di pakai sebelum pesawat akan bergerak atau terbang. Pesawat ini akan bisa bergerak serta menambah kecepatan hingga posisi thrust serta drag menjadi sama besar. Guna menjaga kecepatan yang tetap maka thrust dan juga drag harus selalu sama.

Apabila dalam penerbangan datar gaya thrust ini dikurangi maka pesawat secaraotomatis akan bergerak melambat. Selama thrust lebih kecil dari drag maka pesawa akan terus melambat hingga kecepatan pesawat tak mampu lagi untuk menahan pesawat di udara. Namun sebaliknya apabila tenaga mesin ditambah, maka thrust akan menjadi lebih besar dari drag pesawat terus menambah kecepatannya.

Ketika drag sama dengan thrust, pesawat akan terbang dengan kecepatan yang tetap.Terbang straight dan level (lurus dan datar) dapat dipertahankan mulai dari terbang dengan kecepatan rendah sampai dengan kecepatan tinggi. Penerbang harus mengatur angle of attack dan thrust dalam semua jangkauan kecepatan (speed regim) jika pesawat harus ditahan di ketinggian tertentu (level flight).

Baca Juga :  Pengertian Letak Geografis Serta Pengaruh & Contohnya

3. Drag

@seattletimes

Drag atau hambatan  di dalam dunia penerbangan ini ada dua jenis, yaitu parasite drag dan induced drag. Yang pertama disebut parasite drag karena tidak ada fungsinya sama sekali untuk membantu pesawat untuk dapat terbang, sedangkan yang kedua disebut induced karena dihasilkan atau terbuat dari hasil kerja sayap yang membuat gaya angkat (lift).

Artikel Terkait : Buku Yang Direkomendasikan Bill Gates 2018

4. Weight

@psmag

Gaya gravitasi merupakan sebuah gaya tarik yang menarik semua benda ke pusat bumi. Center of gravity (CG) bisa dikatakan sebagai titik di mana semua berat pesawat terpusat. Pesawat akan seimbang di keadaan atau attitude apapun apabila pesawat terbang ditahan tepat di titik center of gravity. Center of gravity ini juga merupakan sesuatu yang sangat penting karena posisinya sangat berpengaruh pada kestabilan sebuah pesawat terbang.

5. Lift

@surclaro

Sang penerbang pesawat atau pilot dapat mengendalikan lift. Jika penerbang menggerakkan roda kemudi ke depan atau belakang, maka angle of attack akan berubah. Jika angle of attack bertambah maka lift akan bertambah (jika faktor lain tetap konstan). Ketika pesawat mencapai angle of attack yang maksimum, maka lift akan hilang dengan cepat. Ini yang disebut dengan stalling angle of attack atau burble point.

6. Sumbu Gerakan Pesawat

@panggih15.wordpress

Pada saat pesawat yang sedang terbang mengubah sikap (attitude) atau posisi, pesawat tersebut akan berputar pada salah satu sumbu atau lebih dari 3 sumbu yang merupakan garis khayal yang melewati Center of Gravity dari pesawat. Sumbu-sumbu dari pesawat bisa dianggap sebagai poros khayal tempat pesawat berputar, seperti halnya poros atau gandar tempat roda berputar.

Baca Juga :  Pengertian, Ciri, Syarat, dan Contoh Interaksi Sosial

Di titik di mana ketiga poros ini bersilangan, masing-masing pada 90° terhadap kedua poros lainnya. Sumbu yang memanjang sepanjang badan pesawat dari hidung pesawat sampai ekor adalah sumbu longitudinal. Sumbu yang memotong dari ujung sayap ke ujung sayap yang lainnya disebut sumbu lateral.

Sementara sumbu yang tegak melewati center of gravity, adalah sumbu vertikal.Pergerakan pesawat pada sumbu longitudinal menyerupai gerakan mengguling kapal dari satu sisi ke sisi yang lain.  Bahkan sebenarnya nama-nama yang aslinya digunakan dalam istilah yang berhubungan dengan transportasi kelautan. Istilah-istilah ini telah diserap dalam istilah-istilah aeronautika karena persamaan gerakan antara sebuah pesawat terbang dengan sebuah kapal laut.

Dalam adopsi dari istilah kelautan, gerakan pesawat pada sumbu longitudinal nya disebut “roll” atau guling, gerakan pada sumbu lateral disebut “pitch” atau angguk. Akhirnya, sebuah pesawat bergerak pada sumbu vertikal yang disebut “yaw” atau belok, yaitu, gerakan horizontal (kiri dan kanan) dari hidung pesawat.

Nah itulah tadi sedikit informasi mengenai mengapa pesawat dapat terbang di udara. Semoga sedikit informasi dari saya bisa menambah pengetahuan kalian semua.

Related posts: