Fakta, Proses, Sejarah dan Teori Terbentuknya Bumi

Posted on

Bumi tempat tinggal kita yang kita pijak setiap harinya ini ternyata terbentuk melalui proses yang sangat panjang sekali. Menurut para ahli dan ilmuwan, bumi terbentuk kurang dari sekitar 4,65 milyar tahun yang lalu. Dan juga bumi telah mengalami beberapa perkembangan semenjak terbentuknya sekitar 4,65 milyar tahun yang lalu.

Proses Terbentuknya Bumi

@sterfield.co.jp

Bumi sebagai salah satu planet yang ada di alam semesta ini tidak diam begitu saja, melainkan bergerak untuk melakukan rotasi (perputaran pada porosnya) dan revolusi (gerakan mengelilingi matahari sebagai pusat tata surya). Sekitar kurang lebih 250 juta tahun yang lalu kerak benua yang ada di bumi berbentuk sebagian besar daratan yang lebih dikenal dengan nama pangea.

Lalu kemudian sekitar 200 juta tahun yang lalu pangea ini terbelah menjadi dua benua besar yaitu yang dinamakan dengan Laurasia yang saat ini terbagi menjadi wilayah Amerika Utara, Eropa dan beberapa bagian wilayah Asia Tengah dan Asia Timur. Dan benua yang lainnya dinamakan Gondwana yang saat ini terbagi menjadi wilayah Amerika Selatan, Afrika, Australia dan bagian Asia.

Seiring dengan berjalannya waktu maka kedua benua besar ini terpecah dan hanyut yang menyebabkan terjadinya tabrakan dengan bagian daratan yang lainnya. Untuk lebih jelasnya mengenai teori pembentukan bumi, disini akan saya jelaskan beberapa teori pembentukan bumi menurut para ahli yang terkenal.

5 Teori Terbentuknya Bumi

  • Teori Big Bang
@hijaz

Menurut teori big bang alam semesta pada waktu itu sekitar puluhan milyar tahun yang lalu dimana terdapat gumpalan kabut yang sangat besar yang berputar pada porosnya. Perputaran kabut pada porosnya ini memungkinkan bagian-bagian kecil yang ada akan terlempar sedangkan bagian yang besar akan berkumpul menjadi satu dan akan menjadi pusat dari pembentukan sebuah cakram raksasa.

Artikel Terkait : Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Dalam Karya Sastra

Baca Juga :  Perbedaan Sel Haploid Dan Diploid

Gumpalan raksasa itu pun kemudian meledak dan membentuk sebuah galaksi dan nebula. Kurang lebih sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu pembekuan yang terjadi ini membuat nebula tersebut membentuk sebuah galaksi baru yang kemudian dikenal dengan nama Galaksi Bima Sakti hingga sekarang. Inilah cikal bakal dari terbentuknya sistem tata surya kita.

Kemudian bagian ringan yang terlempar ini yang kemudian akan membentuk gumpalan-gumpalan yang memadat dan gumpalan ini yang akan membentuk planet-planet yang ada di tata surya, termasuk juga dengan planet bumi. Teori big bang ini semakin menguatkan pendapat para ilmuwan yang menyatakan bahwa pada alam semesta ini pada awalnya tidak ada namun kemudian tercipta dari ketiadaan itu.

  • Teori Pasang Surut Bintang (Tidal)

Teori pembentukan bumi yang selanjutnya yaitu teori tidal yang dikemukakan oleh dua orang ilmuwan yang berasal dari Inggris, yaitu James Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1918. Dua orang ilmuwan asal Inggris ini menyatakan bahwa pada saat bintang melintas dekat dengan matahari dan hampir akan menyebabkan tabrakan, sebagian massa matahari akan terterik ke luar sehingga akan membentuk semacam cerutu.

Kemudian cerutu tersebut akan mengalami pendinginan dan pembekuan yang kemudian akan membentuk sebuah planet. Tapi apabila bintang yang mendekati matahari memiliki massa yang massanya mendekati atau hampir sama dengan besar massa matahari, kemudian akan terbentuk semacam gunung gelombang pada badan matahari yang terjadi akibat adanya gaya tarik dari bintang tersebut. Gunung-gunung yang terbentuk tersebut akan sangat tinggi dan kemudian akan terbentuk semacam lidah pijar yang sangat besar yang menjulur pada massa matahari dan akan mengarah ke arah bintang besar ini.

Bintang besar yang menyebabkan terjadinya penarikan pada bagian-bagian badan matahari tadi akan melanjutkan perjalanannya di alam jagad raya yang kemudian secara lambat laun pengaruhnya terhadap planet yang berbentuk tadi akan hilang. Dan planet-planet inilah yang akan berputar mengelilingi matahari dan mengalami proses pembekuan atau pendinginan.

  • Teori Planetesimal
Baca Juga :  Pakaian Adat Bali Beserta Penjelasannya
@baginfo

Teori pembentukan bumi yang satu ini dikemukakan oleh seorang ahli astronomi asal Amerika yang bernama Forest Ray Moulton dan rekannya seorang ahli geologi yang bernama T.C Chamberlain pada awal abad ke 20. Teori ini mengatakan bahwa matahari terdiri dari sebuah massa gas yang sangat besar yang pada suatu saat disusupi oleh sebuah bintang lain yang melintas di dekat matahri dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Saat bintang tersebut melintas di dekat matahari dan jarak keduanya semakin dekat sebagian massa gas matahari yang ada akan tertarik keluar akibat dari adanya gaya gravitasi atau gaya tarik dari bintang tersebut. Sebagian massa gas yang tertarik keluar ini ada yang berada pada lintasan bintang dan sebagian lainnya lagi ada yang berputar mengelilingi matahari karena tertarik oleh gaya gravitasi matahari.

Artikel Terkait : Sejarah 34 Provinsi di Indonesia

Kemudian setelah bintang yang melintas tersebut massa gas yang berputar mengeliligi matahari tersebut akan menjadi dingin dan membentuk sebuah cincin padat yang disebut dengan planetisimal. Beberapa planetisimal yang terbentuk ini kemudian akan saling tarik menarik dan bergabung jadi satu dan akan memadat yang pada akhirnya akan membentuk sebuah planet.

  • Teori Kabut atau Nebula
@okezone

Teori ini dikemukakan oleh seorang ilmuwan ahli filsafat asal Jerman yang bernama Imanuel Kant pada tahun 1755. Dan oleh seorang astronom asal Perancis yang bernama Piere Simon LaPlace di tahun 1796. Menurut teori ini pada awalnya jagad raya ini berupa sebuah gumpalan kabut (nebula) yang memiliki kandungan debu dan gas yang tidak terlalu panas. Kabut tersebut kemudian bergerak dan berputar dengan kecepatan yang lambat sehingga lama kelamaan suhunya akan menurun.

Lalu perputarannya akan menjadi lebih cepat yang menyebabkan terbentuknya cincin atau gelang-gelang gas yang mengandung sedikit kabut di bagian tengah dan beberapa lapis cincin yang ada di sekelilingnya. Cincin-cincin ini kemudian akan memadat dan membeku sehingga terbentuklah planet, sedangkan massa yang ada di bagian pusat akan membeku dan membentuk matahari. Tapi sayang teori ini tidak bertahan lama karena banyaknya sanggahan dan penolakan yang dilakukan dengan penelitian kembali yang kemudian ditarik kesimpulan bahwa teori kabut atau nebula ini tidak bisa dibuktikan kebenarannya.

  • Teori Bintang Kembar

Teori pembentukan bumi ini dikemukakan oleh Fred Hoyle pada tahun 1956. Menurut teori ini pada mulanya terdapat dua buah bintang yang berdekatan atau yang disebut juga dengan bintang kembar. Lalu kemudian salah satu bintang tersebut meledak dan hancur berkeping-keping. Karena akibat dari adnya pengaruh gravitasi dari kedua bintang tersebut, kepingan ini pun kemudian bergerak mengelilingi bintang tersebut dan berubah menjadi planet-planet.

Tapi sayang teori ini dinilai cukup lemah karena berdasarkan analisis matematis yang dilakukan oleh para ilmuwan dan para ahli menunjukkan bahwa momentum dalam sistem tata surya yang ada sekarang ini tidak akan mungkin dihasilkan oleh sebuah peristiwa tabrakan antar dua bintang yang besar. Dan teori ini pun tidak bisa dipertahankan keberadaannya karena kebenarannya tidak bisa dibuktikan.

Nah itulah tadi beberapa teori tentang terbentuknya bumi. Semoga dapat menambah pengetahuan kalian.

Related posts: