10 Contoh Cara Membuat Surat Cerai Sendiri [Gambar]

Posted on

Perceraian memang menjadi salah satu hal yang tidak diinginkan terjadi di dalam kehidupan rumah tangga. Sebab perceraian ini akan bisa menyebabkan rusaknya hubungan rumah tangga dan akan melukai banyak pihak. Terlebih lagi bagi pasangan suami istri yang telah memiliki anak, tentu saja perceraian ini akan menjadi suatu hal yang berdampak pada kondisi psikologis sang anak.

Oleh sebab itu sebaiknya sebelum memutuskan untuk bercerai sebaiknya pikirkan terlebih dahulu apa akibat yang akan timbul jika sampai perceraian terjadi. Alasan pasangan suami istri untuk bercerai pun banyak sekali. Atau dengan kata lain bisa di katakan bahwa banyak faktor yang menyebabkan perceraian. Yang mana sebaiknya jika ada permasalahan di dalam rumah tangga sebaiknya diselesaikan dan dibicarakan dengan baik-baik dahulu.

Namun jika ternyata sebuah permasalahan di dalam kehidupan rumah tangga ini tak bisa diatasi dan rasanya sudah tak mungkin lagi untuk bersatu, maka perceraian menjadi satu-satunya jalan. Pengurusan perceraian di pengadilan saat ini semakin mudah saja dan tak perlu memerlukan banyak persyaratan, hal inilah yang mungkin menjadi salah satu alasan mengapa angka perceraian dari waktu ke waktu semakin meningkat.

Tata Cara Pengurusan Cerai

Secara umum gugatan cerai terbagi menjadi 2, yaitu yang diajukan oleh suami dan istri. Yang mana gugatan cerai ini harus ditulis di dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dan di dalam surat gugatan cerai ini harus terdapat alasan yang menjadi dasar gugatan yang diajukan oleh pemohon dengan benar, sebab di dalam perundang-undangan sudah di tetapkan bahwa hanya ada beberapa alasan yang di perbolehkan menurut hukum.

Baca Juga :  10 Tips Agar Semangat Bekerja di Pagi Hari

Pada umumnya, proses perceraian ini akan memakan waktu paling lama atau maksimal 6 bulan di tingkat pertama, baik itu di Pengadilan Negeri maupun di Pengadilan Agama.

Dokumen Yang Diperlukan Dalam Proses Perceraian

  • KTP dan KK
  • Buku nikah asli atau akta perkawinan
  • Akta kelahiran anak (jika ada)
  • Surat gugatan cerai
  • Untuk orang yang kurang mampu bisa membawa surat keterangan dari Kelurahan atau Desa

Tata Cara Perceraian Di Pengadilan Negeri

1. Gugatan cerai diajukan oleh sang penggugat di pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman tergugat. Kecuali apabila tergugat tidak diketahui dimana tempat tinggalnya sehingga gugatan harus diajukan di pengadilan tempat kediaman tergugat

2. Pemeriksaan gugatan oleh Hakim

3. Pembacaan putusan Hakim

4. Putusan perceraian di daftarkan kepada pegawai pencatat

Nah untuk pasangan yang ingin mengajukan perceraian ini bisa untuk membuat surat cerainya sendiri. Beberapa hal yang harus ada di dalam sebuah surat cerai yaitu adalah sebagai berikut :

  • Nama Surat
  • Identitas Pihak Penggugat
  • Identitas Pihak Tergugat
  • Isi Surat
  • Penutup
  • Tanda Tangan Serta Nama Terang Kedua Belah Pihak
  • Saksi – Saksi

Contoh Surat Cerai

Agar lebih jelasnya bagaimana susunan dalam sebuah surat cerai, berikut ini akan saya berikan beberapa contoh surat cerai yang baik dan benar.

Surat Cerai Sederhana

@contohsuratmu

Surat Perceraian Secara Kekeluargaan

@contohsuratmu

Surat Cerai Dari Suami Kepada Istri

Baca Juga :  Menu Buka Puasa Sederhana Dan Praktis
@contohsuratmu

Surat Cerai Dari Istri Kepada Suami

@contohsuratmu

Surat Pernyataan Cerai Dari RT

@contohsuratmu

Surat Keterangan Cerai Dari Kelurahan

@contohsuratmu

Surat Cerai Dari Pengadilan Agama

@contohsuratmu

Akta Perceraian

@contohsuratmu

Surat Cerai Secara Sepihak

@contohsuratmu

Surat Cerai Diatas Materai

@contohsuratmu

Itulah tadi beberapa contoh surat cerai, semoga bisa menambah pengetahuan kalian semua yang membacanya.

buat surat cerai sendiri